Kredit Foto: Istimewa
Pasar pendingin udara di Indonesia tidak lagi hanya bertumpu pada kebutuhan rumah tangga. Seiring berkembangnya aktivitas usaha dan bangunan komersial, kebutuhan sistem pendingin juga semakin beragam, baik dari sisi kapasitas maupun teknologi yang digunakan.
Perubahan kebutuhan tersebut mendorong produsen AC memperluas pilihan produk, tidak hanya untuk hunian tetapi juga ruang usaha hingga bangunan komersial dengan kebutuhan sistem pendinginan yang lebih kompleks.
Gree Electric Appliances Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang mengambil langkah tersebut. Memasuki tahun ke-11 beroperasi di Indonesia, Gree memperluas portofolionya dari segmen residential ke light commercial hingga komersial.
Perluasan tersebut ditandai dengan diperkenalkannya empat produk baru dalam Gree Product Launch & Dealer Gathering 2026 di Jakarta, Rabu (2/9/2026). Produk tersebut terdiri dari F5 MAX, F6, STS Inverter, serta sistem VRF modular GMV9 FLEX.
Dari AC Rumah hingga Light Commercial
Di segmen residential, Gree menghadirkan F6 dengan pilihan kapasitas mulai dari 0,5 PK hingga 2,5 PK. Produk tersebut membawa sejumlah fitur seperti WiFi, Fast Cooling, Smart Cleaner, 360 Wide Angle, dan Energy Saving.
Sementara itu, F5 MAX menyasar kebutuhan hunian dengan kapasitas pendinginan yang lebih besar. AC inverter tersebut tersedia dalam pilihan 3,5 PK dan 4 PK. Perbedaan kapasitas tersebut menunjukkan upaya produsen menyediakan pilihan yang lebih luas untuk kebutuhan ruang yang tidak seragam.
Baca Juga: FMCH dan Masa Depan Industri Kesehatan Indonesia
Namun, ekspansi Gree tidak berhenti pada pasar rumah tangga. Untuk kebutuhan light commercial, perusahaan memperkenalkan STS Inverter. Produk floor standing tersebut tersedia dalam kapasitas 2 PK, 3 PK, dan 5 PK.
Dengan demikian, teknologi inverter Gree kini mencakup kebutuhan mulai dari ruang hunian hingga ruang dengan kebutuhan pendinginan yang lebih besar.
Perluasan yang lebih besar terlihat pada GMV9 FLEX yang ditujukan untuk segmen commercial. Berbeda dengan tiga produk lainnya yang berbentuk unit AC konvensional, GMV9 FLEX merupakan sistem VRF modular yang dirancang untuk kebutuhan bangunan komersial.
Sistem tersebut memiliki Maximum Base Capacity hingga 26 HP dan Modular Combined Capacity 28-104 HP. GREE juga menyebut desain bodinya memiliki footprint hingga 44,6 persen lebih kecil dengan ketebalan 460 mm.
Ukuran yang lebih ringkas menjadi salah satu aspek yang ditawarkan untuk kebutuhan proyek dengan keterbatasan ruang dan akses instalasi. Sistem tersebut dirancang agar dapat masuk elevator dan tidak membutuhkan crane dalam proses pemasangan.
GMV9 FLEX juga dapat mendukung hingga 100 indoor units dan kompatibel dengan indoor unit generasi kelima dan keenam. Dari sisi teknologi, sistem tersebut menggunakan Enhanced Vapor Injection Compressor yang mendukung pendinginan hingga temperatur 55 derajat Celsius.
Ada pula Intelligent Alternated Control Technology yang melakukan perhitungan beban secara real-time. Menurut Gree, teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi sistem hingga 15 persen sekaligus membantu membagi beban antar-modul.
Persaingan Tidak Hanya di Produk
Perluasan portofolio juga membuat persaingan produsen AC tidak semata-mata ditentukan oleh kapasitas dan fitur produk. Dukungan setelah pembelian menjadi bagian lain yang mulai mendapat perhatian.
Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Industri 5,86%, Kemenperin Minta Tambahan Rp1,72 Triliun
Gree, misalnya, memperkenalkan GREE 24/7 Always On Service yang memberikan dukungan after-sales selama 24 jam.
Vice President PT Gree Electric Appliances Indonesia, Nicky, mengatakan pengembangan produk dan layanan menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan standar yang diberikan kepada konsumen.
“Kita harus selalu berinovasi untuk meningkatkan standar kenyamanan,” ujar Nicky di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Ia mengatakan perusahaan tidak hanya menjual produk, tetapi juga kenyamanan dan solusi bagi konsumen.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman