Utang Mahasiswa Jadi Iming-iming Perang, Iran: Jangan Biarkan Anak Anda Jadi Umpan Meriam
Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengimbau warga Amerika Serikat (AS) menolak gagasan perekrutan mahasiswa yang terlilit utang untuk dikirim bertempur dalam perang melawan Iran. Seruan itu disampaikan Baghaei setelah muncul usulan dalam sebuah media Israel yang mengaitkan penghapusan utang dengan perekrutan warga AS ke dalam dinas militer.
Melalui unggahan di platform X pada Sabtu (5/9), Baghaei merespons sebuah artikel opini yang diterbitkan media Israel. Menurut Baghaei, tulisan tersebut secara terbuka mengusulkan pemanfaatan utang pinjaman pendidikan atau student loan dan kartu kredit sebagai insentif untuk merekrut warga AS ke medan perang.
“Warga Amerika, ajukan satu pertanyaan pada diri Anda sendiri: Mengapa putra-putri Anda harus ditawari penghapusan utang sebagai imbalan untuk bertempur dan tewas dalam perang yang ingin dilanjutkan dan diperluas oleh Israel?” tulis Baghaei, seperti dilansir IMNA.
Baghaei menyebut kolom opini di The Jerusalem Post secara terang-terangan mengangkat gagasan untuk memanfaatkan jeratan utang mahasiswa dan kartu kredit dalam perekrutan personel militer AS. Ia kemudian mempertanyakan apakah warga Amerika bersedia mempertaruhkan nyawa dan membayar biaya perang yang menurutnya bukan kepentingan mereka.
“Nyawa Anda. Pajak Anda. Perang milik orang lain,” tegas Baghaei dalam pernyataannya. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari kritik Iran terhadap gagasan yang dinilai dapat menjadikan persoalan ekonomi warga AS sebagai alat untuk mendukung perang.
Baghaei selanjutnya memperingatkan masyarakat AS agar tidak membiarkan diri mereka dimanfaatkan oleh pihak tertentu demi kepentingan negara asing. Ia meminta warga Amerika mempertimbangkan konsekuensi jika utang pribadi dijadikan imbalan untuk mendorong seseorang masuk ke medan perang.
“Jangan biarkan siapa pun mengubah Anda menjadi umpan meriam, dan yang membayar tagihan, untuk perang yang tidak pernah Anda pilih,” kata Baghaei. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk berperang seharusnya tidak didorong oleh tekanan ekonomi atau kepentingan pihak lain.
Baca Juga: Trump Mulai Ubah Istilah 'Perang' Iran jadi 'Konflik Militer'
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran itu kemudian mengarahkan kritiknya kepada gagasan perekrutan yang disebutnya berpotensi menjadikan warga AS sebagai korban konflik. Baghaei meminta masyarakat Amerika tidak membiarkan anak-anak mereka menjadi pihak yang menanggung risiko perang yang menurutnya dipilih oleh pihak lain.
Ia menutup pernyataannya dengan mendesak warga AS membentengi anak-anak mereka agar tidak ditumbalkan menjadi “tentara bayaran demi perang ilegal yang dipilih oleh pihak lain.” Pernyataan tersebut menunjukkan kerasnya retorika Teheran dalam merespons gagasan yang dikaitkan dengan keberlanjutan perang melawan Iran.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: