Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Premi Asuransi Tumbuh 2,71% Jadi Rp199,8 Triliun per Juli 2026

Premi Asuransi Tumbuh 2,71% Jadi Rp199,8 Triliun per Juli 2026 Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi tumbuh 2,71% secara tahunan (yoy) menjadi Rp199,8 triliun per Juli 2026 dari dari Rp 193,06 triliun pada Juli 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan hingga kini kinerja industri masih stabil.

"Kinerja industri perasuransian, penjaminan dan dana pensiun atau PPDP secara umum tetap stabil dan terjaga," ujar Ogi dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasill RDKB Agustus, Senin (7/9/2026).

Adapun penguatan tersebut didukung oleh kinerja asuransi jiwa yang mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 7,76% menjadi Rp111,44 triliun pada Juli 2026 dari Rp103,42 triliun pada Juli 2025. Sedangkan, premi asuransi umum dan reasuransi mencatatkan kontraksi sebesar 3,04% menjadi Rp88,36 triliun dari Rp91,13 triliun pada periode yang sama.

"Premi asuransi umum dan reasuransi yang sedikit terkontraksi sebesar 3,04% secara year on year (yoy) dengan nilai sebesar Rp 88,36 triliun," katanya.

Kontraksi premi asuransi umum menunjukkan pemulihan di segmen tersebut belum merata. Pelemahan itu juga membatasi pertumbuhan premi industri secara keseluruhan, meski bisnis asuransi jiwa terus menunjukkan tren positif.

Di sisi lain, kondisi permodalan industri asuransi masih berada pada level yang kuat.

OJK mencatat rasio solvabilitas atau risk-based capital (RBC) industri asuransi jiwa mencapai 455,23%, sedangkan RBC asuransi umum dan reasuransi berada di level 322,01%. Kedua angka tersebut masih jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120%.

Selain itu, total aset industri asuransi komersial tercatat sebesar Rp971,61 triliun hingga akhir Juli 2026 atau meningkat 2,45% dibandingkan Rp948,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri