Kredit Foto: Istimewa
Konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah kedua negara terlibat aksi saling serang di jalur laut sekitar Selat Hormuz.
Dalam eskalasi terbaru, Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan pasukannya menyerang tiga kapal Iran. Di sisi lain, Iran mengakui meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah kapal perang AS yang berpatroli di sekitar Selat Hormuz.
Serangan tersebut memperlihatkan bahwa konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan semakin merambah jalur laut, khususnya kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi perdagangan energi dunia.
CENTCOM mengatakan pasukan AS menyerang tiga kapal Iran dalam operasi terbaru. Salah satu kapal tanker diserang di lepas pantai Pulau Kharg, yang merupakan pusat utama ekspor minyak Iran. Sebelum perang, wilayah tersebut menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.
Kapal tanker lainnya diserang di dekat Jask. Sementara itu, satu kapal yang tidak membawa muatan diserang di Teluk Oman setelah awaknya diperintahkan meninggalkan kapal.
Militer AS menyatakan serangan tersebut dilakukan setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke arah kapal induk dan kapal perusak AS.
Menurut keterangan militer AS, serangan rudal tersebut berhasil dihindari dan tidak menimbulkan korban dari pihak AS.
Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengatakan AS akan memberikan kerugian ekonomi yang lebih besar jika kapal perangnya kembali diserang.
Keputusan menyerang kapal tanker tersebut juga berkaitan dengan upaya AS menekan sumber pendapatan Iran. Washington menyebut kapal-kapal tanker yang menjadi sasaran merupakan bagian dari jaringan kapal bayangan atau shadow fleet yang digunakan untuk menghindari sanksi AS dan tetap menjual minyak ke pasar internasional.
Di tengah serangan terhadap kapal tanker, Iran membenarkan bahwa pasukannya meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah kapal perang AS.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menuduh kapal-kapal perang AS mengganggu kapal Iran dan terlibat dalam blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Analis pertahanan Wolfgang Pusztai menilai pilihan sasaran Iran memiliki arti penting. Menurutnya, Iran tidak sekadar menargetkan kapal perang biasa, tetapi kapal perusak yang dilengkapi sistem rudal serta sebuah kapal induk yang menjadi salah satu unsur utama kekuatan militer AS.
Kapal induk dinilai menjadi sasaran penting karena berfungsi sebagai pusat operasi militer dan dapat membawa pesawat tempur dalam jumlah besar.
Meski demikian, klaim Iran mengenai kerusakan pada kapal perang AS belum dapat diverifikasi secara independen.
Baca Juga: Trump Kirim Utusan ke Rusia, Putin Janji Hentikan Serangan ke Ukraina Tiga Hari
Setelah serangan AS terhadap kapal tanker Iran, Teheran juga mengklaim melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal.
Iran mengatakan pasukannya menargetkan tiga kapal tanker minyak yang melintasi jalur yang disebut Teheran sebagai jalur tidak resmi di Selat Hormuz.
Iran juga mengklaim menyerang tiga kapal yang memiliki hubungan dengan AS di lokasi lain.
Angkatan Laut IRGC kemudian memperingatkan kapal-kapal yang berada di Teluk atau sekitar Selat Hormuz agar tidak mengikuti perintah yang dianggap sebagai upaya militer AS untuk mengarahkan kapal melalui jalur tertentu.
Teheran meminta kapal menghindari gerakan yang dianggap mencurigakan dan memperingatkan bahwa kapal yang tetap melintasi jalur yang dianggap tidak sah dapat menjadi sasaran.
Pada Minggu, Iran juga mengklaim menyerang sebuah kapal tanpa awak milik AS yang mencoba memasuki Selat Hormuz.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: