Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Diprediksi Tertekan, Berpotensi Uji Level 6.550-6.600

IHSG Diprediksi Tertekan, Berpotensi Uji Level 6.550-6.600 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menguji area support di level 6.550-6.600.

Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas menyebut pergerakan pasar saham domestik akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global dan regional. Salah satunya berasal dari bursa Eropa yang ditutup bervariasi di tengah kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) tidak diperdagangkan pada Senin (7/9/2026) karena libur Hari Buruh (Labor Day).

Dari kawasan Eropa, investor juga tengah mengantisipasi keputusan suku bunga acuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (10/9/2026). Pasar memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Sentimen dari Asia juga menjadi perhatian pelaku pasar. Investor akan mencermati data perdagangan China yang dijadwalkan dirilis pada Selasa (8/9/2026). Ekspor China pada Agustus 2026 diperkirakan tumbuh 25% secara tahunan atau year on year (yoy).

Selain data perdagangan, pasar juga menantikan rilis data inflasi China pada Rabu (9/9/2026). Inflasi China diperkirakan meningkat menjadi 0,3% secara month on month (mom) pada Agustus 2026.

Baca Juga: IHSG Naik 1,82% ke 6.636 dalam Sepekan, BEI Catat Lonjakan Aktivitas Transaksi

Baca Juga: BEI Pantau Ketat Saham Emiten Milik Happy Hapsoro (UANG)

Baca Juga: OJK: Jumlah Investor Indonesia Tembus 31,14 Juta per Akhir Agustus 2026

Dari dalam negeri, salah satu sentimen positif datang dari posisi cadangan devisa Indonesia. Cadangan devisa tercatat meningkat menjadi US$146,5 miliar pada Agustus 2026.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah ditutup menguat lebih dari 1% pada perdagangan Senin (7/9/2026). Sebaliknya, harga emas spot melemah 0,5% ke level US$4.405 per troy ounce.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah dan berpotensi menguji level 6.550-6.600.

Untuk perdagangan Selasa (8/9/2026), Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan (top picks), yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan