Mendagri Tito Dorong Ekonomi Tumbuh Dua Digit agar RI Keluar dari Middle Income Trap
Kredit Foto: Puspen Kemendagri
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah pusat dan daerah mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi nasional untuk mempercepat Indonesia keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap).
Tito menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, bahkan jika memungkinkan mencapai dua digit, menjadi salah satu kunci bagi Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara maju. Menurutnya, negara-negara yang berhasil mencapai status negara maju umumnya mampu melewati fase middle income trap setelah mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
“Spesifik mengenai masalah pertumbuhan ekonomi dan kita akan betul-betul kawal juga sama-sama. Karena kita ingin keluar dari negara berkembang, terjebak pada pendapatan kelas menengah, middle income trap. Salah satu kuncinya adalah pertumbuhan ekonomi harus tinggi, bila perlu double digit,” ujar Tito di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Untuk mengejar pertumbuhan tersebut, Tito menekankan pentingnya mengoptimalkan empat komponen utama yang menjadi penggerak ekonomi. Komponen pertama adalah konsumsi rumah tangga yang menyumbang hampir 50% terhadap pertumbuhan ekonomi.
Menurut Tito, pemerintah pusat dan daerah perlu menjaga daya beli masyarakat agar konsumsi tetap tumbuh. Konsumsi rumah tangga yang kuat akan menjadi penopang utama aktivitas ekonomi.
“Itu menyumbang hampir 50 persen angka pertumbuhan ekonomi. Apakah masyarakat memiliki daya beli, sehingga mereka belanja, konsumsi. Itu menjadi penyumbang terbesar, dan ini melibatkan pemerintah pusat maupun daerah,” tuturnya.
Komponen kedua adalah belanja pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Tito meminta realisasi anggaran berjalan sesuai target sehingga belanja pemerintah dapat meningkatkan peredaran uang di masyarakat sekaligus mendorong aktivitas sektor swasta.
“Belanja pemerintah sangat penting, karena untuk meyakinkan bahwa uang pemerintah beredar di masyarakat, dan bisa memancing, menstimulan sektor swasta,” tambah Tito.
Komponen ketiga adalah investasi. Tito menilai peningkatan investasi dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui penambahan modal dan penciptaan lapangan kerja.
Karena itu, pemerintah daerah diminta mempermudah proses investasi serta lebih aktif menarik investor untuk masuk ke daerah. Kemudahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja.
Baca Juga: Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19%, Tito Karnavian Minta Pemda Intervensi Harga Pangan
Baca Juga: Inflasi Nasional 2,88 Persen, Tito Soroti Sejumlah Daerah yang Masih di Atas Batas Ideal
Baca Juga: Kejar Ekonomi 8%, Purbaya Pede Kelas Menengah Bakal Bangkit: Mungkin Setahun Dua Tahun
Sementara itu, komponen keempat adalah ekspor. Tito menekankan pentingnya meningkatkan ekspor agar lebih tinggi dibandingkan impor sehingga Indonesia dapat mencatat surplus perdagangan dan meningkatkan perolehan devisa.
Pemerintah pusat dan daerah juga diminta mendorong pelaku usaha, produsen, dan UMKM agar semakin berorientasi pada pasar ekspor. Pemerintah daerah perlu mengidentifikasi sektor unggulan masing-masing yang memiliki potensi menembus pasar internasional.
“Kalau ekspor lebih banyak daripada impor, otomatis kita akan memiliki devisa, kita surplus dalam perdagangan internasional. Itu akan memberikan pertumbuhan ekonomi kita menyumbang [kenaikan], angkanya akan menjadi terdongkrak,” pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri