- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Harga Masker Melonjak Usai Sebaran Abu Vulkanik Meluas, Pramono: 'Jangan Mempermainkan Harga di Tengah Bencana'
Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Harga masker disebut melonjak berkali-kali lipat di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang meluas hingga Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pedagang tidak memanfaatkan kondisi bencana untuk meraup keuntungan berlebihan.
Pramono menilai masker menjadi kebutuhan publik yang sangat penting karena dibutuhkan masyarakat untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik.
Ia pun meminta pedagang tidak memainkan harga masker ketika masyarakat sedang membutuhkan perlindungan.
"Hal yang berkaitan dengan masker, saya minta untuk tidak inilah, ini kan menjadi kebutuhan publik, kebutuhan bersama. Jangan dipermainkan," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9).
Menurut Pramono, kenaikan harga yang tidak wajar berpotensi semakin membebani masyarakat yang membutuhkan masker di tengah kondisi darurat akibat sebaran abu vulkanik.
Karena itu, ia mengimbau para pedagang tidak menjadikan bencana sebagai momentum untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan, Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah dengan membagikan masker secara gratis di sejumlah tempat umum.
"Tetapi Pemerintah DKI Jakarta tetap akan melakukan pembagian masker di tempat-tempat umum untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," tandasnya.
Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai bagian dari respons Pemprov DKI terhadap dampak sebaran abu vulkanik.
Langkah ini sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap masker ketika kebutuhan meningkat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: