Kredit Foto: Andi Hidayat
Sinyal Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuju Pilpres 2029 terus mendapat respons dari sejumlah partai politik. Setelah Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia membaca gestur AHY sebagai tanda kesiapan menjadi calon presiden, kini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ikut angkat bicara.
Ketua DPP PKB Syaiful Huda mengatakan pihaknya menghargai sikap politik Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. Bahkan, menurutnya, tidak ada persoalan jika AHY memang tengah memberikan pertanda akan maju dalam kontestasi Pilpres 2029.
"Kita hormati, kita hargai semua pandangan dari Mas AHY. Dan kalau itu sebagai penanda Mas AHY mau maju, itu sah-sah saja gitu. Karena kan ada juga publik yang ingin AHY maju," kata Syaiful di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Pakar: Prabowo Contek Cara Trump Hadapi Kritikan Rakyat
Syaiful bahkan menilai langkah tersebut merupakan sesuatu yang wajar, terlebih saat ini presidential threshold berada di angka 0 persen. Ia juga mengakui dukungan terhadap AHY sangat mungkin datang dari internal Partai Demokrat.
"Kalau internal pasti ya. Kalau internal Demokrat pasti. Sah-sah saja. Apalagi sekarang 0 persen presidential threshold. Jadi, oke saja kalau Mas AHY maju," lanjut dia.
Menurut Syaiful, keberanian AHY menyampaikan sinyal politik sejak jauh-jauh hari justru menjadi hal yang menarik. Ia melihat tidak semua tokoh berani menunjukkan arah politiknya ketika kontestasi Pilpres masih cukup lama.
"Menurut saya, termasuk keberanian, sudah disampaikan dari sekarang. Wah, itu sesuatu juga," ujar Syaiful.
Baca Juga: PSI ke Denny Indrayana: Urus Sayembara Terus, Sesekali Update Bukti Pelanggaran Gibran
Meski begitu, Syaiful memilih tidak ikut menilai apakah langkah AHY tersebut terlalu dini. Ia mengatakan setiap tokoh memiliki pertimbangan politik masing-masing, sementara Pemilu 2029 masih cukup jauh.
Di sisi lain, Syaiful mengingatkan bahwa posisi AHY saat ini masih menjadi bagian dari pemerintahan. Karena itu, menurutnya, konteks politik AHY juga tidak bisa dilepaskan dari posisinya di pemerintahan saat ini.
"Saya tidak tahu persis ukurannya kayak apa, tetapi yang jelas Mas AHY menjadi bagian dari pemerintahan hari ini," tambah Syaiful.
Sinyal AHY sebelumnya memang menjadi perhatian Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia. Doli menanggapi pernyataan AHY mengenai kekuasaan yang bukan milik seseorang untuk selamanya. Pernyataan itu disampaikan AHY dalam pidato politiknya saat acara HUT Demokrat.
Doli mengaku sepakat dengan pesan yang disampaikan AHY terkait pentingnya menjaga demokrasi. Namun, ia kemudian membaca adanya sinyal politik lain di balik cara AHY menyampaikan pidatonya.
"Apa yang disampaikan oleh AHY, saya setuju sepenuhnya. Tentang pertumbuhan demokrasi yang harus terus dijaga, tanggung jawab seluruh institusi negara, tugas utama pemerintah dan hak serta kewajiban warga negara," kata Doli.
"Namun, dilihat dari cari penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang. Padahal, kita semua saat ini, sebagai sebuah bangsa, sedang menghadapi tantangan yang luar biasa," ungkap Doli.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri