Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pertamina Sebut Kilang Cilacap Belum Olah Minyak Rusia

Pertamina Sebut Kilang Cilacap Belum Olah Minyak Rusia Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Cilacap -

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Roberth MV Dumatubun, menyebut hingga saat ini Kilang RU IV Cilacap belum mengolah minyak mentah impor asal Rusia. Hal itu ia sampaikan dalam gelaran Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026).

“Belum ya,” ucap dia singkat.

Sebelumnya, pemerintah memastikan impor minyak mentah dari Rusia akan berlanjut. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tengah menyiapkan kontrak jangka panjang untuk menjaga kepastian pasokan energi nasional. 

Rencana tersebut melanjutkan pengadaan minyak Rusia yang sebelumnya telah masuk ke Indonesia di tahap awal. Pemerintah juga telah mengamankan komitmen pasokan hingga 150 juta barel minyak dari Rusia sepanjang 2026.

Meski belum mengolah minyak mentah dari Rusia, Executive General Manager Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, Hermawan Budiantoro, mengatakan Kilang Cilacap memiliki fleksibilitas untuk mengolah sejumlah jenis minyak mentah, baik dari dalam negeri maupun impor.

“Kilang ini menggunakan berbagai macam crude. Jadi untuk Kilang I itu kita mayoritas menggunakan Arabian Light Crude. Kemudian untuk Kilang II kita cocktail crude, jadi berbagai macam crude total yang kita mix sesuai dengan hasil dari linear programming untuk menghasilkan produk-produk yang menguntungkan buat kilang, Pertamina, dan dibutuhkan oleh masyarakat,” jabar Hermawan.

Ia menjelaskan, sumber minyak mentah yang digunakan pada skema cocktail crude di Kilang II antara lain berasal dari produksi domestik dan impor.

“Dari lokal seperti Banyu Urip, Arjuna, SLC (Sumatran Light Crude), dan juga ada dari impor,” bebernha.

RU IV Cilacap merupakan salah satu kilang strategis Pertamina dengan kapasitas pengolahan sekitar 348 ribu barel per hari. 

Baca Juga: Prabowo Santai ke Rusia, Tapi Pastikan Karhutla dan Gempa Ditangani

Baca Juga: Pertamina Targetkan Konstruksi Kilang SAF Cilacap di 2027

Kilang tersebut berkontribusi sekitar 31% terhadap total kapasitas pengolahan kilang nasional, serta memproduksi berbagai produk energi dan petrokimia, termasuk bensin, solar, avtur, LPG, paraxylene, benzena, propilena, bahan baku pelumas, dan aspal.

Dalam operasionalnya, Kilang I mayoritas menggunakan Arabian Light Crude dari Timur Tengah. Adapun Kilang II mengolah campuran atau cocktail crude, yakni gabungan beberapa jenis minyak mentah yang komposisinya disusun berdasarkan perhitungan teknis dan keekonomian operasi.

Fleksibilitas bahan baku tersebut memungkinkan Kilang Cilacap menyesuaikan pengolahan minyak mentah domestik maupun impor berdasarkan ketersediaan pasokan, karakteristik crude, konfigurasi unit pengolahan, serta kebutuhan produk energi di dalam negeri.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra