Teorinya soal Erupsi Bikin Geger, Dudung Tegaskan Ulta Levenia Sudah Bukan...
Kredit Foto: Istimewa
Pernyataan soal dugaan faktor lain di balik erupsi sejumlah gunung api sempat membuat publik geger. Nama Ulta Levenia Nababan ikut menjadi sorotan lantaran dalam sebuah podcast sempat menyinggung High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).
Sorotan semakin ramai karena Ulta disebut-sebut masih menjadi Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP). Namun, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman buru-buru memberikan penegasan soal posisi Ulta saat ini.
"Ulta sudah bukan di KSP lagi. Dulu dia di staf KSP sebagai tenaga ahli utama, tetapi sekarang sudah tidak. Dia sekarang salah satu deputi di Bakom," kata Dudung dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga: APBN Mau Diambil Rp11 Triliun untuk Buka Rekening Massal, Purbaya: Nanti Kita...
Dudung menjelaskan, Ulta kini menjabat sebagai deputi di Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Dengan demikian, pernyataan Ulta mengenai dugaan adanya faktor lain di balik erupsi enam gunung api yang terjadi dalam waktu berdekatan tidak lagi dapat dikaitkan dengan posisi resmi KSP.
Sebelumnya, dalam sebuah podcast, Ulta mengaitkan pembahasannya mengenai fenomena tersebut dengan HAARP. Program riset milik Amerika Serikat tersebut selama ini kerap dikaitkan dalam berbagai spekulasi mengenai kemampuan memengaruhi atmosfer dan cuaca.
Dudung pun menyampaikan pandangannya mengenai rangkaian fenomena alam yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, fenomena tersebut merupakan bagian dari dinamika alam yang telah dipelajari dan dipantau oleh para ahli.
Baca Juga: Warga Usia 17 Tahun Auto Punya Rekening, Kalau Dipakai Judol...
"Kalau masalah bencana alam, kalau menurut saya, itu dinamika alamlah ya, dan para ahli juga sudah mempelajari, kemudian melihat perkembangan saat ini. Tentunya, saya punya keyakinan bahwa ini kan kehendak Yang Kuasa, artinya memang dinamika alam sudah seperti ini," ujarnya.
Dudung juga menegaskan bahwa fenomena alam tersebut tidak perlu dikaitkan dengan kepentingan pihak luar. Ia menyatakan tidak melihat adanya indikasi keterlibatan pihak lain dalam rangkaian peristiwa tersebut.
"Menurut saya, tidak dikaitkan dengan apalagi kepentingan dengan pihak luar dan sebagainya," sambung Dudung.
Lebih lanjut, Dudung kembali memastikan pernyataan Ulta yang menjadi sorotan publik tidak mewakili sikap maupun posisi resmi KSP. Hal itu lantaran status kepegawaian Ulta di lingkungan KSP telah berubah.
"Bukan anggota saya lagi itu," tegasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: