Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Warga Usia 17 Tahun Auto Punya Rekening, Kalau Nekat Dipakai Judol...

Warga Usia 17 Tahun Auto Punya Rekening, Kalau Nekat Dipakai Judol... Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah tengah menyiapkan rekening bagi seluruh masyarakat berusia 17 tahun ke atas. Namun, ada satu hal yang ditegaskan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yakni rekening tersebut dilarang keras disalahgunakan, terutama untuk aktivitas judi online (judol).

Airlangga mengatakan anggaran yang disiapkan pemerintah untuk membuka rekening warga mencapai Rp11 triliun. Rekening tersebut nantinya diharapkan menjadi salah satu sarana untuk mempermudah penyaluran berbagai program pemerintah.

"Kalau judol kan langsung ditangkap," kata Airlangga di Istana Kepresidenan RI, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Baca Juga: APBN Mau Diambil Rp11 Triliun untuk Buka Rekening Massal, Purbaya: Nanti Kita...

Masing-masing warga nantinya akan mendapatkan saldo awal Rp50.000. Dana tersebut bersumber dari APBN.

"Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta atau sekitar Rp11 triliun lah," ujar Airlangga.

Airlangga menjelaskan, pembukaan rekening tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, pemerintah akan terlebih dahulu membahas mekanismenya bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

Menariknya, masyarakat nantinya tidak perlu repot datang ke bank untuk mendapatkan rekening tersebut. Pemerintah akan memanfaatkan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sehingga rekening dapat diterima masyarakat secara otomatis.

Baca Juga: Teorinya soal Erupsi Bikin Geger, Dudung Tegaskan Ulta Levenia Sudah Bukan...

"Otomatis dapat. Nanti kita kerja sama dengan Dukcapil ya, mengenai data-data ini kayaknya," terang Airlangga.

Soal saldo awal Rp50.000, Airlangga memastikan uang tersebut dapat ditarik oleh masyarakat. Rekening itu disiapkan bukan sekadar untuk memberikan saldo awal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat ke sistem keuangan.

Ke depan, rekening tersebut ditujukan untuk mempermudah penyaluran berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial (bansos).

Airlangga mengatakan akan ada mekanisme teknis yang disiapkan pemerintah terkait pembuatan rekening tersebut. Ia menyebut BRI dan BSI telah memiliki program yang dapat mendukung kebijakan tersebut.

"Nanti akan ada teknisnya seperti apa. Karena kan BI, bank BSI maupun BRI sudah punya programnya. Dan sebetulnya kami pernah lakukan juga di periode sebelumnya dengan berbagai program yang direct dari Menteri Keuangan ke rekening masing-masing orang," tutup Airlangga.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: