Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lawan Roy Suryo, Jokowi Bakal Andalkan Keterangan dari UGM

Lawan Roy Suryo, Jokowi Bakal Andalkan Keterangan dari UGM Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan memberikan penjelasan mengenai riwayat pendidikannya di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kasus Ijazah Jokowi. Hal itu dilakukannya guna melawan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa.

Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu, Ade Darmawan mengatakan mantan presiden itu akan menerangkan secara langsung bahwa dirinya memang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM.

Baca Juga: Depan Relawan dan Mahasiswa, Jokowi Akan Beri Roy Suryo Pelajaran di Pengadilan Negeri Jakarta Timur

“Pasti dijelaskan sama beliau bahwa dia berkuliah dan memang dia berkuliah di UGM,” kata Ade, dikutip Jumat (11/9/2026).

Menurut Ade, penjelasan politikus itu nantinya bukan satu-satunya hal yang akan menjadi perhatian dalam persidangan. Ia justru menilai keterangan dari kampus akan menjadi salah satu bagian paling dominan dalam pembuktian perkara.

Ade menyebut institusi tempat mantan presiden itu menempuh pendidikan tersebut memiliki posisi penting untuk memberikan keterangan mengenai riwayat akademiknya.

“Tapi yang paling mendominasi nanti adalah UGM. UGM dan Puslabfor Mabes Polri terkait hasil forensik yang dilakukan oleh Mabes Polri maupun Polda Metro,” tuturnya.

Dengan demikian, menurutnya, persidangan nantinya tidak hanya mengandalkan keterangan dari Jokowi. Informasi dari kampus serta hasil pemeriksaan forensik terhadap dokumen yang dipersoalkan juga akan menjadi bagian yang diperhatikan.

Kehadiran Jokowi sendiri sebelumnya telah dipastikan oleh Ade Darmawan. Ia mengatakan Jokowi akan hadir dalam persidangan dan memberikan penjelasan terkait perkara tersebut.

Sebelumnya Roy Suryo menuntut adanya kehadiran dari Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada 17 September 2026.

Ia mengklaim bukti yang telah dikumpulkannya membuat dirinya semakin percaya bahwa ijazah yang dipersoalkan tersebut tidak asli. Ia mengatakan masih memiliki sejumlah temuan yang belum pernah disampaikan kepada publik dan akan menggunakannya dalam proses persidangan.

“Memang enggak pernah habis, dan makin mendekati tanggal 17, Kamis pekan depan ya, makin terbukti ijazah ini 99,9% palsu, sudah. Makin siap, makin terbukti, makin lama makin terbukti,” ujar Roy.

Sementara Jokowi sendiri menyatakan siap menunjukkan seluruh dokumen pendidikan yang dimilikinya apabila diperlukan dalam persidangan pokok perkara.

Jokowi menantang pihak-pihak yang meragukan keaslian ijazahnya untuk membawa seluruh bukti yang mereka miliki ke persidangan pokok perkara apabila benar-benar yakin ijazahnya palsu.

"Ya, kalau yakin 100 persen palsu, mestinya masuk ke pokok perkara di persidangan itu diikuti. Tidak malah praperadilan. Biar perkara ini segera selesai. Masalah ini bisa segera selesai," ujar Jokowi.

Baca Juga: Non-Partai tapi Bukan Gibran, Tiga Sosok Ini Miliki Peluang Besar Jadi Cawapresnya Prabowo

Seluruh keterangan dan bukti yang diajukan para pihak nantinya akan diuji dalam persidangan. Pengadilan akan menentukan nilai pembuktian masing-masing alat bukti dan keterangan berdasarkan hukum acara yang berlaku.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar