Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bali Future Lab Alokasikan 0,5% Transaksi Aset Digital untuk Ekonomi Lokal

Bali Future Lab Alokasikan 0,5% Transaksi Aset Digital untuk Ekonomi Lokal Kredit Foto: Unsplash/Jason Briscoe
Warta Ekonomi, Jakarta -

BaliFutureLab dan Xepeng.com meluncurkan Bali KemBALI yakni program yang mengalokasikan 0,5% dari setiap transaksi konversi aset digital ke Rupiah di Xepeng.com untuk mendukung desa adat, banjar, koperasi, LPD, BUMDes, dan UMKM.

Presiden BaliFutureLab Silvia Ratna Ariani mengatakan program tersebut dibuat untuk menghubungkan perkembangan teknologi dengan manfaat ekonomi di daerah tempat transaksi berlangsung.

“Selama ini kita bertanya bagaimana teknologi bisa masuk ke Bali. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah bagaimana teknologi bisa kembali ke Bali,” kata Silvia dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).

“Dengan Bali KemBALI, setiap wisatawan yang bertransaksi di sini ikut membangun banjar, desa adat dan UMKM, tanpa harus mengubah apa pun dari cara mereka berbelanja,” lanjutnya.

Adapun program tersebut menyasar aktivitas wisatawan mancanegara yang datang dan bertransaksi di Bali. Alokasi 0,5% itu diarahkan ke enam bidang, yakni desa adat dan banjar; koperasi, LPD dan BUMDes; UMKM dan pelaku pariwisata lokal; pendidikan digital; pelestarian budaya; serta program keberlanjutan lingkungan.

BaliFutureLab menyebut mekanisme tersebut sebagai Growth Impact Economy atau ESG 3.0. Model ini menempatkan dampak sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan sebagai bagian dari aktivitas pertumbuhan ekonomi digital.

Sementara itu, CEO Xepeng.com Penke Pancapuri menilai transaksi aset digital perlu terhubung dengan kegiatan ekonomi yang berlangsung secara nyata di masyarakat.

“Aset digital baru benar-benar berguna ketika ia dapat terhubung dengan ekonomi nyata. Wisatawan mengonversi aset digitalnya, merchant menerima Rupiah, dan 0,5% dari transaksi itu langsung bekerja untuk Bali," tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, merchant dan pelaku usaha pariwisata dapat terhubung dengan Xepeng.com untuk menerima settlement dalam Rupiah. Desa adat, koperasi, LPD, dan BUMDes juga dapat mengajukan diri sebagai mitra penerima manfaat.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: