Kredit Foto: Muhammad Adimaja
PT Soho Global Health Tbk (SOHO) tengah mengevaluasi sejumlah alternatif untuk memenuhi ketentuan free float Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini disampaikan perseroan dalam menanggapi permintaan BEI terkait volatilitas perdagangan saham SOHO.
Dalam surat tanggapan kepada BEI tertanggal 9 September 2026, manajemen SOHO menyebut belum ada keputusan final terkait bentuk aksi, mekanisme maupun waktu pelaksanaannya.
"Namun, hingga surat tanggapan tersebut disampaikan, belum ada keputusan final mengenai bentuk aksi, mekanisme maupun waktu pelaksanaannya," ujar manajemen SOHO dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (11/9/2026).
Per 30 April 2026, SOHO memiliki 1,17 miliar saham free float atau setara 9,242% dari total 12,69 miliar saham tercatat. Perseroan menyatakan akan menyampaikan informasi kepada BEI dan publik apabila terdapat perkembangan yang wajib diungkapkan.
Di sisi lain, pemegang saham utama SOHO belum menunjukkan rencana melepas kepemilikannya. Eng Liang Tan menyatakan tetap ingin mempertahankan kepemilikan mayoritasnya, termasuk kepemilikan tidak langsung melalui Tiberias 96 Pty Ltd dan Cascade Creek Pty Ltd.
Baca Juga: Free Float Jadi Tantangan, Kalbe Farma Kaji Opsi Delisting EPMT
Baca Juga: Terungkap! Raffi Ahmad Pegang 62,93% Saham RANS, Free Float 19,96%
Sementara itu, Medisia Investment Holdings Pte. Ltd. juga menyatakan belum memiliki rencana menjual saham SOHO dalam waktu dekat.
Dengan demikian, hingga penyampaian tanggapan kepada BEI, belum terdapat keputusan aksi korporasi untuk memenuhi free float maupun indikasi pelepasan saham oleh pemegang saham utama.
Di tengah isu tersebut, saham SOHO ditutup naik 0,91% ke Rp1.665 per saham pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Dalam sepekan, saham SOHO menguat 37,3%, sedangkan dalam sebulan naik 40,2%.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: