Roy Suryo Tak Ingin Sidang Bareng Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasannya
Kredit Foto: Istimewa
Pakar Telematika Roy Suryo meminta pengadilan tidak menyatukan jadwal persidangannya dengan perkara yang menjerat Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa di Kasus Tudingan Ijazah Palsu Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
Roy dan Dokter Tifa diketahui sama-sama akan menghadapi sidang pokok perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Namun, Roy berharap kedua persidangan tetap digelar dengan jadwal berbeda.
Baca Juga: Ferdinand Hutahean: Indonesia Rusak karena Jokowi, Jangan Mau Diperdaya Demi Politik dan Keluarganya
Menurut Roy, jadwal persidangannya dengan influencer tersebut sejak awal sudah berbeda cukup jauh. Karena itu, ia meminta pengadilan tidak melakukan penyesuaian yang justru membuat kedua perkara tersebut digelar bersamaan.
“Harapan saya kepada Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Jangan merekayasa untuk kemudian menyatukan jadwal sidang, karena ini jadwal sidangnya sudah berbeda jauh antara saya dengan dokter Tifa,” kata Roy, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Roy memiliki alasan lain di balik permintaan tersebut. Ia menilai pemisahan jadwal akan memberikan ruang apabila mantan presiden terkait sebagai pelapor perlu hadir dalam persidangan masing-masing perkara.
Roy sebelumnya juga menegaskan bahwa politikus itu harus hadir secara langsung dalam persidangan. Ia tidak ingin kesiapan Jokowi hanya disampaikan melalui pernyataan, tanpa dibuktikan dengan kehadiran di ruang sidang.
“Saya selalu menegaskan, ya, jangan hanya bilang siap, siap, siap. Buktikan nanti pada saat sidang. Pelapor itu harus datang sendiri, Jokowi harus datang sendiri,” ujar Roy.
Adapun Roy Suryo dan Joko Widodo (Jokowi) akan diperkirakan bertemua dalam sidang pokok perkara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada 17 September 2026.
Roy mengklaim bukti yang telah dikumpulkannya membuat dirinya semakin percaya bahwa ijazah yang dipersoalkan tersebut tidak asli. Ia mengatakan masih memiliki sejumlah temuan yang belum pernah disampaikan kepada publik dan akan menggunakannya dalam proses persidangan.
“Memang enggak pernah habis, dan makin mendekati tanggal 17, Kamis pekan depan ya, makin terbukti ijazah ini 99,9% palsu, sudah. Makin siap, makin terbukti, makin lama makin terbukti,” ujar Roy.
Sementara Jokowi sendiri menyatakan siap menunjukkan seluruh dokumen pendidikan yang dimilikinya apabila diperlukan dalam persidangan pokok perkara.
Jokowi menantang pihak-pihak yang meragukan keaslian ijazahnya untuk membawa seluruh bukti yang mereka miliki ke persidangan pokok perkara apabila benar-benar yakin ijazahnya palsu.
Baca Juga: Tak Cuma Demo ke Rumah Solo, Warga Diajak 'Kacaukan' Safari Jokowi: Lakukan Itu di Setiap Daerah
"Ya, kalau yakin 100 persen palsu, mestinya masuk ke pokok perkara di persidangan itu diikuti. Tidak malah praperadilan. Biar perkara ini segera selesai. Masalah ini bisa segera selesai," ujar Jokowi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: