Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Anjlok 1,70% ke 6.429,88 pada Sesi I, Seluruh Sektor Melemah

IHSG Anjlok 1,70% ke 6.429,88 pada Sesi I, Seluruh Sektor Melemah Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan sesi I, Senin (14/9/2026). IHSG tercatat turun 111,49 poin atau 1,70% ke level 6.429,88.

Pelemahan terjadi secara merata di seluruh sektor. Seluruh indeks sektoral kompak bergerak di zona merah. Sektor energi mencatat penurunan paling dalam sebesar 3,06%, disusul sektor barang baku yang melemah 2,88% dan sektor infrastruktur yang turun 2,63%.

Tekanan jual juga tercermin dari pergerakan mayoritas saham. Hingga akhir perdagangan sesi pertama, sebanyak 517 saham terkoreksi. Sementara itu, 144 saham menguat dan 122 saham lainnya bergerak stagnan.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 17,32 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp8 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sejumlah Saham Justru Menguat

Di tengah tekanan pasar secara keseluruhan, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan signifikan. ALKA menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar, melonjak Rp1.245 menjadi Rp6.225 per saham.

FORU juga menguat tajam sebesar Rp930 ke level Rp4.650 per saham. Sementara AGAR naik Rp295 menjadi Rp2.230 per saham.

Baca Juga: Sempat Disuspensi, BEI Kembali Buka Perdagangan Saham Emiten Haji Isam

Baca Juga: BEI Turunkan Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp1 Mulai 28 September

Baca Juga: Investor Asing Jual Bersih Rp664 Miliar di Sesi I, Saham ANTM hingga BUMI Jadi Sasaran Utama

Sebaliknya, sejumlah saham dengan harga tinggi justru mengalami tekanan. DCII turun Rp1.775 menjadi Rp199.325 per saham. BYAN melemah Rp1.375 ke level Rp10.975 per saham, sedangkan EMAS turun Rp1.075 menjadi Rp7.675 per saham.

Dari sisi frekuensi transaksi, BUMI menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan 41.584 kali transaksi senilai Rp570 miliar.

Di posisi berikutnya, LAPD mencatat 29.135 transaksi dengan nilai Rp81,3 miliar. Sementara CUAN diperdagangkan sebanyak 25.957 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp234 miliar.

Pada kelompok saham LQ45, MDKA menjadi saham dengan penurunan paling dalam, yakni sebesar 6,23%. DEWA menyusul dengan koreksi 5,74%, sedangkan BUMI turun 5,66%.

Meski mayoritas saham LQ45 melemah, beberapa saham masih mampu bertahan di zona hijau. MEDC menjadi penguat teratas dengan kenaikan 1,61%, diikuti AMMN yang naik 1,23% dan AMRT sebesar 0,80%.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan