Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bahlil Siap Lanjuti Usulan Penambahan RKAB Vale

Bahlil Siap Lanjuti Usulan Penambahan RKAB Vale Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, siap menindaklanjuti usulan penambahan kuota produksi nikel dalam RKAB PT Vale Indonesia (INCO).

Dalam catatan Warta Ekonomi, Vale mengusulkan penambahan kuota produksi untuk proyek Bahodopi di Sulawesi Tengah dan Pomalaa di Sulawesi Tenggara.

"Menyangkut RKAB sekali lagi akan saya clear-kan menyangkut dengan Vale," jawab Bahlil menanggapi permintaan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Rokhmat Ardiyan yang menyampaikan keresahan Vale dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (16/9/2026) 

Meski siap siap ditindaklanjuti, belum dapat ditarik kesimpulan apakah nantinya usulan penambahm tersebut disetujui. 

Pasalnya Bahlil bilang, pihaknya ingin melihat terlebih dahulu kinerja Vale selama ini.

"Tapi untuk memberikan tambah itu kan sesuai amal perbuatan. Kalau amal perbuatannya bagus, kita kasih bagus," lanjut Bahlil.

Di sisi lain, sebetulnya kata Bahlil, Kementerian ESDM telah memberikan kuota produksi untuk ke tiga proyek Vale di 2026. 

Namun kuota tersebut disebut Vale kurang dari kebutuhan yang diperlukan perusahaan.

"Aku fair-fair-an saja kok. Kita udah kasih tapi dia minta tambah," tandas Bahlil.

Sebelumnya, Head of Strategy and Business Development PT Vale Indonesia, Mateus Sigit H, mengatakan perusahaan pada awal 2026 hanya memperoleh kuota sekitar 30 persen dari volume pengajuan untuk proyek Pomalaa dan Bahodopi.

Baca Juga: 3 Anak Usaha Bayan Resources Nyatakan Force Majeure, RKAB 2026 Jadi Biang Masalah

Baca Juga: Pengajuan Revisi RKAB Vale Belum Disetujui Pemerintah

“Kami masih dalam proses untuk mendapatkan revisi RKAB. Mudah-mudahan bisa segera kami dapatkan dan ini nanti dapat mendorong kinerja PT Vale secara keseluruhan, termasuk untuk memenuhi komitmen pasokan kepada joint venture HPAL,” ucap Sigit dalam MediaMIND di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Berbeda dengan Bahodopi dan Pomalaa, Sigit mengatakan operasi Vale di Sorowako, Sulawesi Selatan, berada dalam kondisi lebih aman. Pemerintah telah memberikan kuota RKAB 100 persen untuk operasi tersebut sejak awal tahun.

“Sorowako secaraproduksi aman,” tutup Sigit.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra