Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Industri Sawit Menjadi Bagian dari Solusi Krisis Energi Dunia

        Industri Sawit Menjadi Bagian dari Solusi Krisis Energi Dunia Kredit Foto: Hamdan/elaeis.co
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Industri sawit dapat menjadi bagian dari solusi krisis energi dunia. Kenaikan harga-harga energi fosil dunia khususnya sejak awal tahun 2021, telah mendorong kenaikan biaya produksi dan distribusi barang global yang memperburuk dampak resesi ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif energi yang dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil baik di level lokal, nasional, dan global.

        "Industri sawit berkontribusi pada penyediaan energi terbarukan (renewable energy) bagi masyarakat dunia. Tiga generasi energi terbarukan berbasis sawit ditawarkan industri sawit untuk masyarakat dunia," catat laporan PASPI. 

        Baca Juga: Kabar Baik! Harga Tandan Buah Segar Petani Sawit Naik Jadi Rp2.134,08 per Kilogram

        Renewable energy Generasi Pertama yakni pengolahan minyak sawit untuk menghasilkan biodiesel/FAME (Fatty Acid Methyl Ester), green diesel, green gasoline, dan green avtur. Renewable energy Generasi Kedua yakni pemanfaatan biomassa sawit untuk menghasilkan energi seperti bioethanol, biopellet, briket arang, biocoal, biogas, dan biolistrik. 

        Sementara itu, renewable energy Generasi Ketiga yakni pemanfaatan limbah padat dan cair untuk menghasilkan energi seperti biogas (dari methane capture palm oil mill effluent/POME), biodiesel algae (pemanfaatan limbah cair CPO mill untuk kolam algae), dan pemanfaaatan Spent Bleaching Earth (SBE) dari refinery untuk energi.

        Laporan PASPI mencatat secara internasional, renewable energy berbasis sawit sudah banyak digunakan di berbagai negara seperti biodiesel/FAME dan bio-coal.

        Baca Juga: Kontribusi Minyak Sawit sebagai Solusi Ketahanan Pangan Global

        Produk renewable energy generasi pertama lainnya yaitu green fuel sawit (green diesel, green gasoline, dan green avtur) sedang dikembangkan di Indonesia. Sementara itu, produk renewable energy generasi kedua dan generasi ketiga (biogas) sudah digunakan pada tingkat lokal.

        Tidak hanya itu, laporan PASPI juga mencatat pada industri biodiesel global, minyak sawit memiliki peran penting dalam industri biodiesel global. Volume penggunaan minyak sawit pada industri biodiesel dunia meningkat dari 3,9 juta ton tahun 2011 menjadi 15,2 juta ton pada tahun 2021.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ellisa Agri Elfadina
        Editor: Ayu Almas

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: