Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Emas Cetak Rekor Baru, Didorong Geopolitik dan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

        Harga Emas Cetak Rekor Baru, Didorong Geopolitik dan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi baru pada Kamis (22/1). Kenaikan didorong oleh ketegangan geopolitik yang berlanjut, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). 

        Dilansir dari Reuters, Jumat (23/1), Harga emas spot melonjak ke rekor US$4.904,66. Sementara itu, emas berjangka naik 1,2% ke US$4.896,20.

        Baca Juga: Bahlil Konfirmasi Izin Tambang Emas Martabe dan PLTA Batang Toru Dicabut

        Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 3,5% ke US$96,45. Harga platinum spot melonjak hampir 4% ke US$2.580,10, sedangkan paladium menguat 2,9% ke US$1.892,55.

        Pelemahan dolar AS membuat harga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih menarik bagi pembeli luar negeri.

        “Ketegangan geopolitik, dolar yang melemah, dan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed tahun ini menjadi bagian dari tren makro de-dolarisasi yang terus mendorong permintaan emas,” kata Wakil Presiden sekaligus Kepala Strategi Logam Zaner Metals, Peter Grant.

        Sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim telah mengamankan akses permanen Amerika Serikat ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO. Namun, rincian kesepakatan tersebut masih belum jelas dan Denmark menegaskan kedaulatan atas wilayah itu tidak dapat dinegosiasikan.

        Dari sisi data ekonomi, laporan terbaru Personal Consumption Expenditures (PCE) AS menunjukkan belanja konsumen meningkat pada November dan Oktober, menandai kuartal ketiga berturut-turut dengan pertumbuhan yang kuat.

        Pasar memperkirakan bank sentral AS akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali masing-masing sebesar 25 basis poin pada paruh kedua tahun ini, yang meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

        Baca Juga: Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Buka Suara

        “Setiap koreksi jangka pendek akan dipandang sebagai peluang beli. Level US$5.000 sudah di depan mata, dan proyeksi Fibonacci di US$5.187,79 terlihat masuk akal,” ujar Grant.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: