Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham Emiten Emas Kompak Ngebut Kala Emas Dunia Tembus Rekor US$5.000

        Saham Emiten Emas Kompak Ngebut Kala Emas Dunia Tembus Rekor US$5.000 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kinerja saham-saham emiten emas ikut berpesta pada perdagangan Senin (26/1), seiring lonjakan harga emas global yang menembus rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high.

        Memasuki perdagangan Senin, harga emas spot tercatat naik 1,98% ke level US$5.081,18 per ons pada pukul 03.23 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari juga menguat 2,01% ke posisi US$5.079,30 per ons.

        Sentimen positif tersebut langsung tercermin pada pergerakan saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Saham ANTM hari ini dibuka menguat di level Rp4.400 dan hingga sesi siang melonjak 550 poin atau 12,82% ke Rp4.840. 

        Dalam sepekan, saham ini sudah naik 21%, sementara secara bulanan melesat 50,31%. Aktivitas transaksinya pun sangat ramai. Siang ini, ANTM sudah mencatat volume perdagangan mencapai 387,9 juta lembar, frekuensi 102,1 ribu kali, dan nilai transaksi menembus Rp1,83 triliun.

        Baca Juga: Emas Tembus US$5.000, Aset Safe Haven Diburu

        Penguatan juga terjadi pada PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Saham EMAS membuka perdagangan di Rp6.550 dan pada siang hari ini melesat 1.075 poin atau 17,41% ke Rp7.250, dengan kenaikan mingguan tercatat sebesar 31,82%.

        Sementara itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dibuka menguat di Rp3.350 dan naik 80 poin atau 2,42% ke Rp3.380 pada pertengahan hari ini. Secara akumulatif, saham MDKA menguat 10,46% dalam sepekan dan 53,64% dalam sebulan terakhir.

        PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga tampil solid, dibuka di Rp2.010 dan saat ini tercatat naik 95 poin atau 9,41% ke Rp2.030, dengan kenaikan bulanan mencapai 20,12%.

        Emiten emas lainnya pun tak ketinggalan mencatatkan penguatan. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dibuka di Rp1.280 dan kini menanjak 65 poin atau 5,20% ke Rp1.315, dengan kenaikan bulanan sebesar 21,20%.

        PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mengawali perdagangan hari ini di Rp640 dan masih menguat 25 poin atau 4,03% ke Rp645.

        Adapun PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) hari ini dibuka di level Rp2.450 dan siang ini masih terapresiasi 150 poin atau 6,44% ke Rp2.480, dengan kenaikan bulanan mencapai 20,98%.

        Baca Juga: Harga Emas Antam Pecah Rekor Lagi, Awal Pekan Ini Tembus Rp2.917.000 per Gram

        Optimisme terhadap harga emas ke depan turut diperkuat oleh Goldman Sachs. Bank investasi tersebut menaikkan proyeksi harga emas akhir tahun menjadi US$5.400, didorong oleh meningkatnya diversifikasi aset ke emas oleh sektor swasta dan bank sentral negara berkembang.

        “Kami mengasumsikan pembeli emas dari sektor swasta, yang menggunakan emas untuk melindungi risiko kebijakan global dan mendorong kenaikan di atas proyeksi kami, tidak akan melepas kepemilikan emas mereka pada 2026,” tulis Goldman Sachs.

        Selain itu, Goldman Sachs juga memperkirakan pembelian emas oleh bank sentral akan rata-rata mencapai enam puluh ton sepanjang 2026. Permintaan tersebut terutama berasal dari bank sentral negara berkembang yang terus mendiversifikasi cadangan devisa mereka ke emas. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: