Kredit Foto: Kementerian ESDM
Harga minyak dunia bergerak beragam pada Rabu (28/1). Hal ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasokan setelah badai musim dingin mengganggu produksi minyak mentah dari Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Reuters, Minyak Brent turun tipis 0,1% ke US$67,5. Sementara West Texas Intermediate (WTI) justru naik 0,1% ke US$62,43.
Baca Juga: Blak-blakan di Sidang Kasus Minyak, Ahok: Periksa Tuh Presiden dan BUMN
Dari Amerika Serikat, produsen minyak dilaporkan kehilangan produksi hingga dua juta barel per hari akibat badai yang menekan infrastruktur energi dan jaringan listrik. Dampaknya, ekspor minyak mentah dan gas alam cair (LNG) sempat turun ke nol dari Teluk Meksiko.
“Dampak gelombang dingin dan kekhawatiran gangguan pasokan menopang harga, namun tekanan jual kemungkinan kembali muncul ketika kekhawatiran pasokan mereda,” kata Analis Fujitomi Securities, Toshitaka Tazawa.
Ia menambahkan bahwa keseimbangan antara potensi surplus pasokan global tahun ini dan risiko geopolitik, termasuk ketegangan di Timur Tengah. Hal itu berpotensi menahan harga minyak di US$60.
Dari Kazakhstan, Ladang Tengiz diperkirakan hanya mampu memulihkan kurang dari setengah kapasitas normalnya hingga 7 Februari.
Sementara Caspian Pipeline Consortium (CPC) menyatakan salah satu terminal utamanya nya telah kembali beroperasi penuh setelah penyelesaian perawatan di salah satu titik sandar.
Baca Juga: Bakrie Group (ENRG) Temukan Sumber Minyak Baru, Potensi Cadangan Tembus 76 Juta Barel
Adapun Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan Sekutunya (OPEC+) dijadwalkan mempertahankan kebijakan menunda kenaikan produksi minyak pada pertemuan 1 Februari.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar