Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Peran Media Konvensional di Tengah Disrupsi Digital

        Peran Media Konvensional di Tengah Disrupsi Digital Kredit Foto: Unsplash/Alex Ware
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah banyaknya berita hoaks yang beredar di masyarakat, peran media konvensional atau pers nasional dinilai tetap strategis dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat. Informasi yang disampaikan oleh media konvensional menjadi sangat penting sebagai penyeimbang.

        Hal tersebut disampaikan oleh Podogiri Hatmoko, Head of Corporate Communications Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia atau Indonesia Commodity & Derivatives Exchange melalui pesan tertulisnya kepada media, 9 Februari 2026.

        Podogiri Hatmoko menambahkan, “Di tengah disrupsi dan perkembangan teknologi serta maraknya media sosial yang memuat konten-konten atau narasi yang belum tentu bisa dijamin kebenarannya, keberadaan media konvensional sangat dibutuhkan masyarakat. Hal ini dikarenakan informasi yang disampaikan oleh media konvensional telah melalui proses verifikasi termasuk keabsahan dan kualitas narasumber. Media konvensional selama ini memiliki aturan dalam hal ini Undang-Undang Pers, sehingga informasi yang disampaikan tentunya dapat dipertanggung jawabkan.”.

        Lebih lanjut, Podogiri Hatmoko menyoroti pentingnya kepercayaan publik. “Sejalan dengan Hari Pers Nasional 2026 ini, harapannya kedepan insan pers Indonesia dapat terus meningkatkan profesionalitas serta menjaga independensinya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, karena hal ini untuk menjaga kepercayaan masyarakat kepada media. Sekali saja media menyampaikan informasi yang tidak benar atau hoax, tentu akan memberikan dampak buruk dan jangka panjang, tidak hanya kepada media yang memberitakan, tapi juga untuk industri media dan pers di Indonesia. Ini adalah masalah kepercayaan, integritas dan profesionalisme, dan itu yang dilihat masyarakat terhadap media”, ungkap Podogiri Hatmoko.

        Pernyataan ini relevan dengan tema Hari Pers Nasional (HPN) 2026, yaitu “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Puncak acara HPN 2026 diselenggarakan di Serang, Banten, pada 6–9 Februari 2026.

        Baca Juga: Cegah Hoaks Deepfake, Indonesia Dorong Standar Kebijakan Konten AI di Media Penyiaran Seluruh ASEAN

        Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid pada Konvensi Nasional Media Massa menyampaikan pesan senada, bahwa Kepercayaan Publik Tak Boleh Kalah dengan Algoritma.

        Ia menegaskan, di tengah derasnya arus konten digital dan meningkatnya disinformasi, pers tidak boleh mengorbankan kepercayaan publik demi kecepatan, algoritma, atau efisiensi teknologi. Meutya Hafid menekankan di tengah kompleksitas tantangan baru, peran pers justru semakin krusial sebagai penjaga integritas informasi dan ruang publik yang sehat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: