Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sinyal Perang Dunia, Intelijen Eropa Sebut Xi Akan Andalkan Rusia Saat Pecahnya Konflik China-Taiwan

        Sinyal Perang Dunia, Intelijen Eropa Sebut Xi Akan Andalkan Rusia Saat Pecahnya Konflik China-Taiwan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Intelijen Luar Negeri Estonia memperingatkan soal hubungan erat dari China-Rusia. Menurutnya, Beijing melihat sekutunya itu sebagai sekutu strategis yang berguna jika terkait perang dari China-Taiwan.

        Estonia mengatakan bahwa kedua kedekatan kedua negara tidak hanya bersifat politis dan ekonomi, tetapi juga mencakup kerja sama riset teknologi militer yang berpotensi mengubah keseimbangan keamanan global.

        Baca Juga: Kendaraan Beroda 6x6 dari China Sukses Selesaikan Misi Pengujian Ekstrem di Antartika

        China menurutnya mengandalkan sekutu dekatnya itu sebagai penekan pengaruh dari Barat. Di sisi lain, mereka juga dipandang sebagai sumber energi penting, terutama saat nanti pecahnya konflik dengan Taiwan.

        Estonia menegaskan bahwa blok euro tak boleh kecolongan oleh Rusia. Setiap bentuk kelonggaran atau konsesi barat terhadap negara itu dapat berdampak lebih luas dari sekadar konflik di Ukraina.

        “Setiap konsesi yang diberikan kepada mereka pada praktiknya juga akan menyuburkan ambisi global China,” ungkap laporan dari Badan Intelijen Luar Negeri Estonia.

        Rusia Belum Siap Serang Eropa, Tapi Sedang Bersiap

        Rusia juga dinilai tidak berniat melancarkan serangan militer terhadap negara dari kawasan euro dalam satu hingga dua tahun ke depan. Namun, Moskow disebut tengah berpacu membangun kembali kekuatan militernya, seiring blok euro meningkatkan anggaran dan kapasitas pertahanan.

        Laporan Estonia mencatat bahwa produksi amunisi berkembang sangat cepat di Rusia. Laju ini memungkinkan mereka untuk menyimpan persediaan senjata untuk konflik di masa depan sembari terus melanjutkan perang di Ukraina

        Menurut Estonia, Rusia juga saat ini sangat memperhatikan laju rearmament blok euro. Moskow menilai bahwa dalam dua hingga tiga tahun ke depan, blok euro berpotensi memiliki kemampuan untuk melakukan aksi militer independen terhadap Rusia.

        Tujuan Rusia saat ini adalah menunda dan menghambat penguatan militer dari Eropa. Hal itu baik melalui tekanan politik, perang informasi, maupun eskalasi konflik regional.

        Implikasi Global, Termasuk Asia

        Laporan Estonia ini memiliki dampak luas, termasuk bagi Asia. Jika China benar-benar memanfaatkan tetangganya sebagai penyangga strategis dan sumber energi, ketegangan global dapat meningkat di dua front sekaligus yakni Eropa Timur dan Asia Timur.

        Bagi Asia, dinamika ini menjadi pengingat bahwa konflik geopolitik global semakin saling terhubung, dengan dampak potensial terhadap energi, perdagangan dan stabilitas keamanan internasional.

        Baca Juga: Yuan Hingga Produk Murah China Berpotensi Hancurkan Industri Uni Eropa

        Hubungan China–Rusia bukan sekadar kemitraan pragmatis, melainkan aliansi strategis yang berpotensi mengubah tatanan global. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: