Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Alibaba dan ByteDance Panaskan Perang AI Gambar, Nano Banana Ditantang

        Alibaba dan ByteDance Panaskan Perang AI Gambar, Nano Banana Ditantang Kredit Foto: Alibaba Cloud
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gelombang persaingan teknologi artificial intelligence pembuat gambar memasuki babak baru ketika perusahaan-perusahaan besar China mulai bergerak agresif menantang pemain global.

        Dua nama yang kini mencuri perhatian adalah Alibaba dan ByteDance yang hampir bersamaan memperkenalkan model generative AI visual terbaru.

        Langkah ini menandai pergeseran kompetisi AI dari dominasi model bahasa ke perebutan pasar kreasi gambar digital.

        Alibaba membuka langkah lewat peluncuran Qwen Image 2.0 yang menjadi bagian dari keluarga model Qwen di bawah pengembangan Alibaba Cloud.

        Model tersebut dirancang sebagai sistem text to image yang mampu menerjemahkan deskripsi teks menjadi visual dengan detail tinggi.

        Qwen Image 2.0 disebut mampu membaca prompt panjang dan kompleks tanpa kehilangan konteks visual.

        Kemampuan penyuntingan gambar berbasis AI juga disematkan untuk memungkinkan modifikasi visual secara dinamis.

        Alibaba menyiapkan model ini sebagai fondasi baru dalam ecosystem AI mereka yang terhubung dengan layanan digital lain.

        Potensi integrasi dengan e-commerce dan platform daring menjadi salah satu arah pemanfaatan yang disiapkan.

        Baca Juga: OpenAI Siapkan Earbud AI Pertama, Bukan Ponsel atau Liontin Pintar

        Laporan South China Morning Post menyebut peluncuran ini memperkuat strategi Alibaba di sektor konten visual berbasis AI.

        Di sisi lain, ByteDance merespons cepat dengan memperkenalkan Seedream 5.0 sebagai model generasi terbarunya.

        Seedream 5.0 dikembangkan dengan fokus pada peningkatan reasoning agar mampu memahami perintah yang rumit.

        Model ini mendukung keluaran gambar resolusi tinggi hingga 2K dan 4K melalui peningkatan AI.

        Kontrol terhadap tekstur dan komposisi visual diklaim lebih presisi untuk kebutuhan kreatif profesional.

        ByteDance mulai menguji model tersebut secara terbatas melalui CapCut yang memiliki basis pengguna global besar.

        Kehadiran dua model ini dipandang sebagai sinyal keseriusan China memasuki peta persaingan global AI visual.

        Persaingan tersebut secara langsung diarahkan pada model Google Nano Banana yang selama ini dikenal unggul di kelasnya.

        Sejumlah pengujian independen menunjukkan Seedream 5.0 dan Nano Banana Pro sama-sama mampu menghasilkan gambar resolusi tinggi hingga 4K.

        Perkembangan ini memperlihatkan bahwa persaingan AI tidak lagi sebatas kecerdasan bahasa, tetapi juga kreativitas visual digital.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: