Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Genjot Hilirisasi, Pengusaha Bakal Bentuk Asosiasi Hilirisasi Timah

        Genjot Hilirisasi, Pengusaha Bakal Bentuk Asosiasi Hilirisasi Timah Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ada kabar terbaru dari industri timah nasional.

        Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) Harwendro Adityo Dewanto mengungkapkan rencana pembentukan wadah baru bagi para pelaku usaha, yakni Asosiasi Hilirisasi Timah.

        Langkah ini diambil guna mengakomodir kebutuhan industri turunan timah yang selama ini belum tergarap maksimal.

        Berbeda dari AETI yang fokus pada ekspor balok timah (ingot), organisasi baru ini akan mengawal produk dari hulu hingga ke barang jadi yang dikonsumsi masyarakat.

        Baca Juga: Tambang Pani Beroperasi, Targetkan 115 Ribu Ounces Emas per Tahun

        "Dalam waktu dekat kita bentuk asosiasi lagi, Asosiasi Hilirisasi Timah."

        "Nah, ini nanti kita sama-sama pelaku hilirisasi ini berkolaborasi untuk kasih masukan kepada pemerintah, supaya ekosistem di hilirisasi ini bisa terbentuk maksimal," ungkap Harwendro dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

        Harwendro menegaskan, asosiasi baru ini akan memiliki ruang lingkup yang lebih luas, mencakup berbagai produk turunan timah yang lebih kompleks.

        "Beda, kalau AETI kan sendiri sampai ingot."

        "Nah, kalau hilirisasi itu bisa nanti mulai dari solder, tin chemical, dan tin plate, bisa sampai juga nanti semikonduktor dan lain-lain yang bisa menggunakan timah," jelasnya.

        Menurut Harwendro, keberadaan wadah ini sangat krusial, agar program hilirisasi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi industri nasional.

        Baca Juga: Dari Prancis hingga Jepang, Intip Profil 3 Perusahaan Peserta Tender WtE Danantara

        Pembentukan asosiasi ini juga disebut sebagai bentuk komitmen pelaku usaha dalam mendukung visi besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

        "Yang pasti kita mendukung Asta Cita Presiden untuk hilirisasi ini."

        "Kan sayang ini program Asta Cita Presiden, tapi kalau enggak maksimal kan kasihan juga industri kita ke depannya," beber Harwendro.

        Ia berharap, melalui asosiasi ini, para pengusaha bisa memberikan masukan teknis kepada pemerintah, agar hambatan-hambatan di sektor hilir—seperti aturan perdagangan yang kaku—bisa segera dibenahi.

        "Kita ingin Indonesia jadi produsen solar panel nomor satu di dunia atau mobil listrik nasional."

        "Nah, ini PR pemerintah untuk menciptakan industri-industri baru turunan timah ini," paparnya. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: