Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Selat Hormuz Jadi Sorotan, Begini Nasib Harga Minyak Hari Ini (20/2)

        Selat Hormuz Jadi Sorotan, Begini Nasib Harga Minyak Hari Ini (20/2) Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga minyak dunia menguat pada perdagangan pagi di Jumat (20/2). Hal ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

        Terbaru, Harga Brent naik 1,9% ke US$71,66. West Texas Intermediate (WTI) juga ikut menguat 1,9% ke US$66,43. Kenaikan harga minyak didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.

        Baca Juga: AS Komit Bebaskan Tarif Minyak Sawit Indonesia, Sadar Permintaan Pasar Terus Naik

        Iran mengumumkan rencana latihan militer angkatan laut bersama Rusia. Sebelumnya, ia juga menutup untuk sementara waktu sebagian wilayah dari Selat Hormuz. Hal tersebut menjadi alarm bagi investor karena selat tersebut merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia.

        Iran juga mengeluarkan rencana peluncuran roket yang semakin memperkuat kekhawatiran pasar akan potensi konflik terbuka. Sejumlah negara bahkan dilaporkan telah meminta warganya untuk meninggalkan Iran.

        Adapun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa ia tak akan segan menyerang jika tak ada kesepakatan terkait program nuklir dari Iran.

        Washington diketahui telah mengerahkan kapal induk, kapal perang dan jet tempur ke Timur Tengah. Wakil Presiden Amerika Serikat, Vance menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan apakah akan melanjutkan jalur diplomasi atau mengambil opsi lain, termasuk militer.

        Dari Eropa, investor juga menyoroti kegagalan perundingan damai antara Rusia dan Ukraina. Dua hari perundingan berakhir tanpa terobosan. Moskow dituduh berupaya mengulur waktu dalam negosiasi damai, sementara pasukannya terus menggempur wilayah dari Ukraina.

        Baca Juga: Ungkit Eks Menteri Hingga Grup Bayangan, Bahlil Jawab Kritik Target Lifting Minyak 2025

        Ketegangan Timur Tengah dan Eropa Timur ini mendorong pasar minyak memasang premi risiko lebih tinggi, sehingga menopang kenaikan harga minyak dunia menjelang akhir pekan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: