Industri Asuransi Diproyeksi Naik, Ciputra Life Targetkan Premi Tumbuh Double Digit
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menargetkan pertumbuhan aset dan premi double digit pada 2026, sejalan dengan proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperkirakan aset industri asuransi tumbuh 5%–7% secara tahunan (year on year/yoy). Target tersebut dipatok setelah perseroan mencatatkan pertumbuhan aset 33% hingga akhir 2025.
Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto menyatakan proyeksi pertumbuhan industri dari OJK realistis sepanjang momentum ekonomi nasional tetap terjaga dan didukung kebijakan yang kondusif.
“Sebagai bagian dari industri jasa keuangan, kami melihat proyeksi pertumbuhan aset industri asuransi sebesar 5%–7% pada 2026 sebagai sinyal positif atas ketahanan fundamental sektor ini. Terlebih dengan berbagai kebijakan stimulus dan insentif yang telah ditempuh pemerintah, diharapkan mampu menjaga momentum konsumsi domestik serta memperkuat iklim investasi,” ujar Listianawati kepada Warta Ekonomi, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: OJK Yakin Premi Asuransi Berpeluang Naik Hingga 7% di 2026
Ia menambahkan, konsumsi domestik dan iklim investasi menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang berdampak pada peningkatan penetrasi dan akumulasi aset industri asuransi.
“Apabila momentum pertumbuhan ekonomi nasional dapat terjaga dan didukung oleh kebijakan pemerintah yang kondusif, kami menilai target pertumbuhan yang diutarakan oleh OJK sangat realistis untuk dicapai,” tambahnya.
Dari sisi kinerja, Ciputra Life mencatat pertumbuhan aset sebesar 33% hingga akhir 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 2026, perseroan menargetkan pertumbuhan aset dan premi tumbuh dua digit.
“Sampai dengan akhir tahun 2025, aset kami tumbuh sebesar 33% jika dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya. Pada tahun 2026 ini, kami menargetkan pertumbuhan aset double digit,” jelasnya.
Untuk mendorong pertumbuhan premi, perseroan mengandalkan optimalisasi portofolio eksisting dan pengembangan sumber pertumbuhan baru. Asuransi Jiwa Kredit tetap menjadi lini utama, ditopang penguatan kerja sama dengan lebih dari 20 mitra perbankan dan multifinance.
Baca Juga: Kejar Target 7%, OJK Dorong Asuransi Wajib
Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga ekspansi bisnis di tengah dinamika ekonomi serta mendukung target pertumbuhan industri asuransi pada 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: