Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Allianz Catat Klaim Penyakit Kritis Rp600 Miliar, Usia Produktif Mendominasi!

        Allianz Catat Klaim Penyakit Kritis Rp600 Miliar, Usia Produktif Mendominasi! Kredit Foto: Siaran Pers/Allianz Life Indonesia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Data internal Allianz Life Indonesia mencatat total klaim penyakit kritis sepanjang 2025 mencapai Rp600 miliar. Sekitar 40% di antaranya berasal dari nasabah berusia di bawah 45 tahun, meningkat 11% dibandingkan tahun sebelumnya.

        Temuan tersebut menunjukkan bahwa penyakit kritis mulai berdampak pada kelompok usia produktif yang sekaligus menjadi tulang punggung keluarga. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas finansial rumah tangga.

        Sementara itu, data Global Cancer Observatory menunjukkan terdapat 408 ribu kasus kanker baru di Indonesia pada 2022 dengan 242 ribu kematian. Lembaga tersebut juga memproyeksikan peningkatan kasus hingga 63% pada periode 2025–2040.

        Adapun menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada 2023 prevalensi stroke mencapai 8,3 per mil penduduk. Penyakit ini juga menjadi penyebab kematian tertinggi sekaligus disabilitas terbesar di Indonesia.

        Fenomena tersebut memperkuat pandangan bahwa penyakit kritis tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga pada ketahanan finansial keluarga akibat potensi hilangnya penghasilan dan terganggunya perencanaan keuangan jangka panjang.

        Seiring dengan temuan tersebut, Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia Elmie A. Najas mengatakan perusahaan terdorong menghadirkan produk perlindungan penyakit kritis yang dirancang untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga.

        “AlliSya CI Hasanah kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan perlindungan penyakit kritis yang tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga memastikan keberlangsungan penghasilan keluarga. Prinsip ini sejalan dengan Maqasid Syariah yang menegaskan pentingnya ikhtiar yang terencana dan bertanggung jawab, dengan tawakal sebagai landasan spiritual setelah upaya terbaik dilakukan, termasuk dalam membuat perencanaan keuangan yang matang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).

        Sejalan dengan itu, vokalis sekaligus penyintas penyakit kritis, Tria Ramadhani, mengakui dampak penyakit terhadap ketahanan finansialnya cukup besar.

        “Kejadian itu membawa dampak besar untuk saya dan keluarga, bukan hanya secara emosional, tapi juga secara finansial. Pengalaman ini jadi pengingat bahwa risiko kesehatan bisa datang tiba-tiba kepada siapa saja,” ungkapnya.

        Perencana keuangan Widya Prima juga menilai bahwa dana darurat saja tidak cukup untuk menghadapi risiko penyakit kritis.

        “Asuransi penyakit kritis menjadi instrumen penting untuk menjaga kelangsungan finansial ketika penghasilan terganggu akibat kondisi kesehatan,” jelasnya.

        Adapun manfaat perlindungan yang diberikan oleh AlliSya CI Hasanah dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, termasuk pilihan manfaat tambahan seperti Hasanah Cash, Hasanah Booster, Hasanah Early CI, serta asuransi tambahan Payor Syariah.

        Selain itu, nasabah juga dapat memilih manfaat dasar berupa Plan Lite yang memberikan perlindungan untuk tiga penyakit atau kondisi kritis, maupun Plan Max yang mencakup perlindungan hingga 77 penyakit atau kondisi kritis.

        Baca Juga: Allianz Dorong Literasi dan Pendidikan Keuangan ke Generasi Muda

        Baca Juga: Allianz dan HSBC Rilis Unit Link Dolar dengan Dividen Bulanan

        Produk ini juga menawarkan masa perlindungan fleksibel dengan pilihan 20 atau 30 tahun sesuai kebutuhan. Selain memberikan proteksi diri, produk ini juga membuka kesempatan bagi nasabah untuk berwakaf sebagai bentuk amal jariyah.

        Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia, Rina Triana, menjelaskan bahwa produk ini dikembangkan secara fleksibel agar lebih adaptif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

        "AlliSya CI Hasanah memberikan fleksibilitas tinggi dalam memilih manfaat dan masa perlindungan, serta menghadirkan fitur income replacement untuk menjaga kestabilan finansial," tuturnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: