Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Konflik Iran-Amerika Serikat: Mojtaba Khamenei Desak Timur Tengah Tutup Pangkalan Militer AS

        Konflik Iran-Amerika Serikat: Mojtaba Khamenei Desak Timur Tengah Tutup Pangkalan Militer AS Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa pihaknya tak memiliki masalah dengan negara-negara tetangganya. Namun ia menyerukan negara-negara tetangga untuk menutup pangkalan militer dari Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. 

        Khamenei baru-baru ini memberikan pernyataan untuk publik. Namun hal tersebut tidak disampaikan langsung oleh dirinya, melainkan dibacakan oleh presenter televisi pemerintah dari Iran.

        Baca Juga: Jatuh Saat Perang Iran, Amerika Serikat Berupaya Selamatkan Kru Pesawatnya di Irak Barat

        Ia mengatakan serangannya terhadap pangkalan militer terkait tidak ditujukan kepada negara tempat pangkalan tersebut berada. Target Iran menurutnya adalah fasilitas militer yang digunakan oleh Amerika Serikat.

        “Kami menyerang pangkalan tersebut tanpa menyerang negara tuan rumahnya. Kami akan terus melakukan hal itu, meskipun kami tetap percaya pada pentingnya persahabatan dengan negara-negara tetangga,” kata Khamenei.

        Khamenei juga mendesak negara-negara tetangganya untuk segera menutup pangkalan militer dari Amerika Serikat. Timur Tengah menurutnya telah dibohongi oleh komitmen perdamaian yang kerap dilontarkan oleh Washington.

        “Saya merekomendasikan agar mereka menutup pangkalan-pangkalan tersebut secepat mungkin, karena mereka pasti sudah menyadari bahwa klaim tentang menciptakan keamanan dan perdamaian tidak lebih dari sebuah kebohongan dari Amerika Serikat,” ujarnya.

        Seruan Iran tersebut muncul di tengah perang antara pihaknya dengan Amerika Serikat dan Israel. Perang itu dimulai setelah negaranya diserang oleh serangan udara dari Washington dan Tel Aviv.

        Baca Juga: Didongkrak Konflik Iran, Amerika Serikat Menyambut Baik Kenaikan Harga Minyak: Kami Untung

        Konflik tersebut telah memicu serangan balasan terhadap berbagai fasilitas militer dan diplomatik dari Amerika Serikat di Timur Tengah. Ia juga telah menyebabkan harga minyak melambung tinggi hingga US$100.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: