Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Eskalasi Geopolitik Timur Tengah, Pertamina Relokasi 19 Pekerja dari Irak dan Dubai

        Eskalasi Geopolitik Timur Tengah, Pertamina Relokasi 19 Pekerja dari Irak dan Dubai Kredit Foto: Pertamina
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) merelokasi 19 pekerja atau Perwira yang bertugas di Timur Tengah menyusul meningkatnya eskalasi geopolitik di kawasan tersebut. 

        Sebanyak 11 Perwira yang berada di Basra, Irak dan 8 Perwira dari Dubai, Uni Emirat Arab telah berhasil dipulangkan ke Indonesia dalam proses evakuasi yang memakan waktu hingga dua pekan.

        Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Awang Lazuardi mengatakan proses pemulangan berjalan lancar berkat koordinasi berbagai pihak, termasuk pemerintah dan perwakilan diplomatik Indonesia di sejumlah negara.

        “Geopolitik yang dinamis tentu berpengaruh bagi operasi kita di Irak. Alhamdulillah karena koordinasi yang sangat baik dari PIEP, PHE, Pertamina dan dukungan Kementerian Luar Negeri serta KBRI di sejumlah negara, teman-teman bisa pulang dengan selamat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).

        Proses evakuasi dari Basra menuju Jakarta membutuhkan waktu sekitar 14 hari. Lamanya perjalanan dipengaruhi oleh penutupan sejumlah bandara internasional di kawasan Timur Tengah, termasuk di Kuwait City, Dubai, dan Doha, sehingga memerlukan penyesuaian rute perjalanan.

        Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha menegaskan bahwa keselamatan pekerja menjadi prioritas utama perusahaan dalam setiap operasi internasional.

        “Keselamatan Perwira merupakan prioritas utama perusahaan. PIEP menjalankan seluruh prosedur HSSE serta Business Continuity Plan (BCP) secara disiplin dan terkoordinasi dengan Pertamina Holding, Subholding Upstream, dan otoritas terkait. Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel,” kata Syamsu.

        Ia menambahkan, perusahaan juga melakukan asesmen terhadap berbagai skenario rute evakuasi sebagai bagian dari langkah antisipasi jika terjadi penutupan wilayah udara.

        “Untuk melakukan asesmen contingency plan rute evakuasi, sehingga bila ada penutupan airspace akan memudahkan proses evakuasi ke depan,” ujarnya.

        Langkah evakuasi dipercepat setelah Pertamina Irak Eksplorasi dan Produksi (PIREP) mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) menyusul informasi terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang meningkatkan ketegangan di kawasan.

        Selain melakukan pemantauan intensif terhadap situasi keamanan, PIREP juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI serta sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia di kawasan, termasuk KBRI Baghdad, KBRI Kuwait City, KBRI Riyadh, dan KBRI Abu Dhabi.

        Dalam proses evakuasi, para Perwira PIREP terlebih dahulu menempuh perjalanan darat dari Basra menuju perbatasan Safwan untuk memasuki wilayah Kuwait. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Dammam di Arab Saudi sebelum akhirnya melanjutkan penerbangan menuju Jeddah dan kembali ke Indonesia.

        Sebagian personel tiba di Jakarta pada 10 Maret 2026, sementara sisanya tiba sehari setelahnya pada 11 Maret 2026.

        Langkah cepat Pertamina dalam mengevakuasi pekerjanya juga mendapat apresiasi dari diaspora Indonesia yang bekerja di perusahaan migas lain di kawasan tersebut, karena dinilai menunjukkan komitmen kuat perusahaan terhadap keselamatan pekerja.

        Selain memastikan seluruh personel dalam kondisi aman, PIEP juga secara aktif menghubungi keluarga para Perwira untuk menyampaikan perkembangan situasi terkini. Perusahaan turut menyediakan layanan hotline 24 jam guna memastikan keluarga pekerja dapat memperoleh informasi dan dukungan yang diperlukan.

        Baca Juga: Jalur Selat Hormuz Terganggu, Pertamina Andalkan Afrika dan AS Sambil Dorong Produksi Blok Cepu

        Profil PIREP

        Pertamina Irak Eksplorasi dan Produksi (PIREP) dibentuk pada 2013 untuk mengelola aset Pertamina di Irak. Wilayah operasional perusahaan berada sekitar 50 kilometer di barat laut Kota Basra.

        PIREP terlibat dalam kegiatan eksplorasi dan produksi minyak di Blok West Qurna-1 (WQ-1) melalui skema Technical Service Contract (TSC) hingga 2045.

        Sejak 2023, PIREP memiliki participating interest sebesar 20% di blok tersebut, yang dikenal sebagai salah satu super giant oil field di dunia.

        Dalam pengelolaannya, PIREP bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis, antara lain Petrochina sebagai kontraktor utama yang sebelumnya dipegang ExxonMobil Iraq Limited, bersama Basra Oil Company, Itochu, serta OEC State Partner.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: