Wajah Demokrasi Indonesia Tercoreng dan Dapat Sorotan Internasional Usai Aktivis HAM Disiram Air Keras
Kredit Foto: Reuters/Eduardo Munoz
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto Sipin mengatakan serangan air keras terhadap aktivis HAM dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus sudah mendapat perhatian dari dunia internasional.
Menurut Mugiyanto, kasus tersebut menjadi perhatian pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni Volker Türk serta Mary Lawlor.
Ia menilai sorotan internasional itu tidak boleh dianggap remeh karena dapat memengaruhi posisi Indonesia dalam forum HAM internasional.
"Dalam hubungannya dengan peristiwa yang menimpa saudara Andrie Yunus, Kementerian HAM menyadari bahwa peristiwa ini telah menjadi perhatian Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk serta Pelapor Khusus PBB untuk Perlindungan Pembela HAM Mary Lawlor. Hal ini cukup mengganggu positioning Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB dan sebagai Presiden Dewan HAM PBB," kata Mugiyanto dalam keterangannya.
Mantan aktivis korban penculikan 1998 itu menambahkan pemerintah telah berkomunikasi dengan Polri untuk mempercepat proses pengungkapan kasus tersebut.
Mugiyanto juga menilai serangan terhadap aktivis kemanusiaan seperti yang dialami Andrie dapat berdampak pada citra Indonesia di tingkat internasional, terutama saat Indonesia memegang posisi penting sebagai Presiden Dewan HAM PBB.
Sementara itu, masalah biaya pengobatan dari korban penyiraman air keras Andrie Yunus, ia memastikan bahwa negara akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga proses pemulihan selesai.
"Kementerian HAM memastikan bahwa negara akan menanggung biaya pengobatan dan pemulihan hingga tuntas,” ujarnya.
Saat ini Andrie Yunus tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo setelah mengalami luka bakar akibat penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.
Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB ketika korban sedang mengendarai sepeda motor.
Dua pelaku yang belum diketahui identitasnya diduga mendekati korban lalu menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah wajah korban sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian. Kasus tersebut kini menjadi sorotan publik dan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat