- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Rugi Emiten Dato Sri Tahir (MPRO) Bengkak Jadi Rp61,96 Miliar di 2025
Kredit Foto: Freepik/Racool Studio
Kinerja keuangan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) sepanjang 2025 menunjukkan tekanan yang cukup dalam.
Emiten konglomerat Dato Sri Tahir ini mencatat rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp61,96 miliar, bengkak 59,22% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp38,91 miliar. Dampaknya, rugi per saham dasar ikut melebar menjadi Rp0,00623 dari sebelumnya Rp0,00391.
Penurunan kinerja ini sejalan dengan anjloknya pendapatan perusahaan. Sepanjang 2025, MPRO hanya membukukan pendapatan Rp3,55 miliar, turun tajam 53,04% dari Rp7,57 miliar pada 2024. Pendapatan tersebut ditopang oleh segmen apartemen sebesar Rp2,15 miliar, service charge Rp1,29 miliar, serta utilitas Rp102,55 juta.
Di sisi operasional, beban pokok penjualan dan beban langsung memang turun menjadi Rp2,68 miliar dari sebelumnya Rp5,51 miliar. Namun, penurunan ini belum mampu menahan pelemahan laba bruto yang menyusut menjadi Rp864,51 juta, dari Rp2,05 miliar pada tahun sebelumnya.
Tekanan semakin terasa dari sisi beban operasional. Beban umum dan administrasi melonjak signifikan menjadi Rp42,58 miliar dari Rp22,64 miliar, sementara beban penjualan juga naik ke Rp672,23 juta dari Rp445,09 juta.
Di sisi lain, pendapatan lain-lain justru turun menjadi Rp158,9 juta dari Rp318,97 juta, meskipun beban lain-lain berhasil ditekan menjadi Rp231,2 juta dari Rp1,12 miliar.
Kondisi ini mendorong rugi usaha MPRO melebar menjadi Rp42,56 miliar, dibandingkan Rp22,13 miliar pada periode sebelumnya. Sementara itu, beban pajak tercatat turun menjadi Rp98,66 juta dari Rp293,9 juta.
Baca Juga: Penjualan Hartadinata (HRTA) Sentuh Rp44,54 Triliun di 2025, Laba Lompat 121%
Baca Juga: Balik Rugi Jadi Cuan, Emiten Prajogo (TPIA) Cetak Laba US$1,45 Miliar di 2025
Dari sisi neraca, total aset Perseroan sedikit menyusut menjadi Rp1,67 triliun dari Rp1,69 triliun. Liabilitas bengkak menjadi Rp489,74 miliar dari Rp444,33 miliar, sedangkan ekuitas turun menjadi Rp1,18 triliun dari Rp1,24 triliun.
Dengan kombinasi pendapatan yang tergerus dan beban yang meningkat, tekanan terhadap kinerja MPRO sepanjang 2025 pun semakin sulit dihindari.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: