Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tokoh Oposisi Iran Reza Pahlavi Teriak Ingin Tiru Trump dan Menjadikan Iran Great Again

        Tokoh Oposisi Iran Reza Pahlavi Teriak Ingin Tiru Trump dan Menjadikan Iran Great Again Kredit Foto: Reuters/Carlos Barria
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemimpin oposisi Iran, Reza Pahlavi meminta agar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap jalankan sesuai rencana untuk terus menggempur Iran sampai rezim saat ini jatuh.

        Mantan pemimpin Iran dan putra mahkota terakhir Iran itu tersingkir usai digulingkan oleh Ayatolah Ruhollah Khomeini dalam Revolusi Islam 1979.

        Reza Pahlavi yang kini menjalani pelarian politik di AS itu mempromosikan dirinya di sebuah konferensi sayap kanan dalam acara Conservative Political Action Conference (CPAC) di Texas pada hari Sabtu (29/3).

        Reza Pahlavi mendesak Presiden AS Donald Trump agar jangan mau berkompromi dengan Iran, melainkan terus mendorong pergantian rezim.

        "Dapatkah Anda membayangkan Iran berubah dari yang tadinya meneriakkan 'Matilah Amerika (Death to America) menjadi 'Tuhan Memberkati Amerika' (God Bless America)?," tanya sosok yang menyebut dirinya sebagai putra mahkota tersebut kepada para hadirin.

        "Presiden Trump sedang menjadikan America great again. Saya juga berniat untuk menjadikan Iran great again," tambahnya, yang langsung disambut dengan standing ovation (tepuk tangan sambil berdiri) dari para penonton.

        Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan satu bulan sejak AS dan Israel memutuskan untuk melancarkan perang terhadap Iran.

        Memasuki bulan kedua konflik, sedikitnya 1.937 orang di Iran telah tewas dan puluhan ribu lainnya luka-luka, tanpa ada tanda-tanda pertempuran akan segera berakhir.

        Pahlavi kini menjadi tokoh sentral oposisi bagi diaspora Iran. Ia memiliki basis pendukung setia yang kerap membawa poster wajahnya, bersanding dengan bendera Iran era pra-revolusi, dalam berbagai aksi protes di seluruh dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: