Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bisnis Keamanan Siber Moncer, Laba Itsec Asia (CYBR) Meledak 8.352% di 2025

        Bisnis Keamanan Siber Moncer, Laba Itsec Asia (CYBR) Meledak 8.352% di 2025 Kredit Foto: ITSEC Asia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Itsec Asia Tbk (CYBR) sepanjang 2025 berhasil membukukan lonjakan laba yang luar biasa, menandakan bahwa permintaan layanan keamanan siber terus meningkat di berbagai sektor. 

        Transformasi digital yang semakin masif membawa dampak besar bagi industri keamanan siber. Kebutuhan perlindungan data dan sistem membuat industri ini mengalami pertumbuhan yang agresif, terutama di tengah meningkatnya ancaman digital.

        Sepanjang tahun lalu, CYBR mencatat laba bersih sebesar Rp64,23 miliar, melambung 8.352 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp759,93 juta. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar ikut melonjak signifikan menjadi Rp9,72 dari Rp0,12.

        Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan yang kuat. Pendapatan bersih tercatat Rp527,13 miliar, naik dari Rp325,12 miliar pada periode sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari jasa keamanan profesional sebesar Rp317,49 miliar, diikuti jasa pelatihan keamanan siber Rp151,09 miliar dan layanan keamanan terkelola Rp58,54 miliar.

        Dari sisi geografis, Indonesia masih menjadi pasar utama dengan kontribusi Rp326,62 miliar. Namun, ekspansi regional juga menunjukkan hasil positif, dengan Singapura menyumbang Rp182,69 miliar dan Australia Rp17,81 miliar.

        Di tengah peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan ikut naik menjadi Rp242,56 miliar dari Rp207,34 miliar. Meski demikian, laba kotor tetap melonjak menjadi Rp284,56 miliar dari Rp117,78 miliar, mencerminkan pertumbuhan margin yang solid.

        Tekanan biaya terlihat pada beban operasional. Beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp161,58 miliar dari Rp117,23 miliar, sementara beban lain-lain melonjak tajam menjadi Rp30,45 miliar dari Rp988,3 juta. Namun, lonjakan pendapatan mampu menutupi kenaikan biaya tersebut.

        Hasilnya, laba usaha berbalik positif menjadi Rp92,53 miliar, dari sebelumnya rugi Rp435,03 juta. Ini menjadi indikator bahwa perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat fundamental bisnisnya.

        Baca Juga: Perluas Basis Investor, Itsec Asia (CYBR) Berencana Stock Split 1:2

        Baca Juga: Tak Hanya Manfaat, Bisnis juga Harus Bersiap Hadapi Ancaman Siber di Era AI

        Dari sisi neraca, total aset CYBR naik signifikan menjadi Rp416,49 miliar dari Rp266,59 miliar. Liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp160,26 miliar dari Rp169,57 miliar, sementara ekuitas melonjak menjadi Rp256,23 miliar dari Rp97,02 miliar.

        Kinerja CYBR menunjukkan momentum pertumbuhan yang sangat kuat. Lonjakan laba yang tajam tidak hanya didorong oleh peningkatan pendapatan, tetapi juga mencerminkan semakin pentingnya layanan keamanan siber di era digital saat ini.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: