Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perang Meletus Kembali, Diplomasi Iran-Amerika Serikat Terancam Konflik Afghanistan dan Pakistan

        Perang Meletus Kembali, Diplomasi Iran-Amerika Serikat Terancam Konflik Afghanistan dan Pakistan Kredit Foto: Aamir Qureshi/AFP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketegangan Afghanistan dan Pakistan kembali memanas setelah kedua negara terlibat baku tembak menggunakan artileri dan senjata berat dalam wilayah perbatasan. Bentrok terjadi hanya beberapa hari setelah kedua pihak mengumumkan jeda sementara pertempuran serta upaya negosiasi dari Iran dan Amerika Serikat.

        Dikutip dari Reuters, pertempuran berlangsung di Kunar, Afghanistan dan Bajur, Pakistan. Pihak Taliban menyebut serangan menyebabkan sedikitnya satu korban tewas dan enam belas orang luka-luka, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak. Namun, Pakistan membantah menargetkan warga sipil dan menyatakan bahwa mereka hanya merespons serangan dari Afghanistan.

        Baca Juga: Paus Leo Kecam Perang Iran-Amerika Serikat: Tuhan Tidak Akan Mendengar Doa Pemimpin Berlumuran Darah

        Pertempuran terbaru ini menjadi bagian dari eskalasi konflik yang disebut sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir antara Pakistan dan Afghanistan. Ketegangan dipicu kecurigaan soal afiliasi kelompok militan yang ada di Islamabad.

        Sebelumnya, Islamabad melakukan serangan yang dilaporkan menewaskan ratusan orang, namun pihaknya menyatakan targetnya adalah fasilitas militer dan infrastruktur kelompok militan.

        Gencatan Pakistan dan Afghanistan sebelumnya sempat disepakati saat perayaan dari Idulfitri. Hal itu dilakukan dorongan sejumlah negara seperti Turki, Qatar, dan Arab Saudi. Namun, Pakistan mengakhiri jeda tersebut pekan lalu. Sementara Afghanistan belum memberikan kejelasan apakah mereka masih menganggap gencatan senjata berlaku.

        Adapun bentrok ini terjadi bersamaan dengan upaya negosiasi dari Iran dan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan pembicaraan dalam beberapa hari ke depan untuk mencapai penyelesaian yang komprehensif dan berkelanjutan antara berbagai pihak dari Timur Tengah.

        Pakistan juga membuka kemungkinan menjadi lokasi negosiasi langsung untuk Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, belum ada kepastian apakah kedua negara akan hadir ke Islamabad.

        Terbaru, Amerika Serikat kembali menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan negosiasi perdamaian dengan Iran.  Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk berdamai dengan Iran.

        Trump dalam hal ini memuji rezim dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Meski tak menyebutnya secara langsung, ia mengatakan pemimpin baru dari negara terkait cukup rasional. Oleh karenanya, ia optimistis akan mencapai kesepakatan dengan Teheran.

        Meski demikian, ia juga menyebut ada kemungkinan bahwa kesepakatan tidak tercapai dengan Iran. Hal tersebut menambah ketidakpastian soal konflik dari Timur Tengah.

        Presiden Iran, Masoud Pezeshkian di sisi lain tengah menkaji proposal itu. Ia juga menegaskan pentingnya membangun kepercayaan sebagai dasar untuk membuka jalur negosiasi. Ia memberikan sinyal bahwa pihaknya belum melupakan bagaimana serangan terjadi tak lama usai negosiasi pengembangan nuklir dengan Washington.

        Baca Juga: Trump Klaim Amerika Serikat Telah Berunding dengan Iran, Begini Hasilnya

        Perang Pakistan dan Afghanistan dikhawatirkan bisa membatalkan upaya diplomasi dari Iran dan Amerika Serikat. Hal tersebut akan memperpanjang konlik yang terjadi di Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: