Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Paus Leo Kecam Perang Iran-Amerika Serikat: Tuhan Tidak Akan Mendengar Doa Pemimpin Berlumuran Darah

Paus Leo Kecam Perang Iran-Amerika Serikat: Tuhan Tidak Akan Mendengar Doa Pemimpin Berlumuran Darah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Pope Leo melontarkan kritik keras terhadap perang yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa tuhan menolak doa para pemimpin yang memicu konflik dan kekerasan.

Paus Leo menggambarkan konflik yang berlangsung sebagai sesuatu yang kejam dan menegaskan bahwa ajaran agama tidak boleh dijadikan alat legitimasi kekerasan. Yesus ditegaskannya adalah simbol perdamaian dan tidak dapat digunakan untuk membenarkan perang dalam bentuk apa pun.

Baca Juga: Diakui Trump, Internal Gedung Putih Ribut Soal Perang Amerika Serikat dan Iran

"Tuhan tidak akan mendengarkan doa dari mereka yang tangannya berlumuran darah," tegas Paus Leo.

Paus sendiri dalam beberapa pekan terakhir terus menyerukan penghentian segera perang serta mengkritik penggunaan serangan udara yang dinilai tidak pandang bulu. Ia juga menyoroti penderitaan masyarakat sipil yang terdampak langsung oleh konflik dan terancam tidak dapat merayakan hari besar keagamaan di Timur Tengah.

Paus Leo juga menyinggung penggunaan narasi agama oleh sejumlah pihak untuk membenarkan aksi militer. Yesus menurutnya tidak pernah menggunakan kekerasan, bahkan ketika menghadapi penangkapan dan penyaliban.

Pernyataan Paus muncul di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Washington diketahui menggunakan retorika keagamaan dalam konteks operasi militernya ke Teheran.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hesgseth misalnya baru-baru ini berdoa agar tuhan memberikan azab kepada pihak yang tak berhak atas belah kasihannya. Hal tersebut menjadi sorotan dunia karena membawa agama ke dalam perang.

Terbaru, Amerika Serikat kembali menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan negosiasi perdamaian dengan Iran.  Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk berdamai dengan Iran.

Trump dalam hal ini memuji rezim dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Meski tak menyebutnya secara langsung, ia mengatakan pemimpin baru dari negara terkait cukup rasional. Oleh karenanya, ia optimistis akan mencapai kesepakatan dengan Teheran.

Meski demikian, ia juga menyebut ada kemungkinan bahwa kesepakatan tidak tercapai dengan Iran. Hal tersebut menambah ketidakpastian soal konflik dari Timur Tengah.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian di sisi lain tengah menkaji proposal itu. Ia juga menegaskan pentingnya membangun kepercayaan sebagai dasar untuk membuka jalur negosiasi. Ia memberikan sinyal bahwa pihaknya belum melupakan bagaimana serangan terjadi tak lama usai negosiasi pengembangan nuklir dengan Washington.

Baca Juga: Trump Klaim Amerika Serikat Telah Berunding dengan Iran, Begini Hasilnya

Mandeknya upaya diplomasi ini membuat dunia khawatir, apalagi mengingat adanya peringatan dari Trump. Ia memperingatkan bahwa jika proposal tersebut tidak diterima, maka pihaknya akan memberikan tekanan militer yang lebih berat ke Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar