Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        WFH ASN Diterapkan, Program Makan Gratis Dipastikan Tetap Jalan

        WFH ASN Diterapkan, Program Makan Gratis Dipastikan Tetap Jalan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rencana penerapan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan skema empat hari di kantor dan satu hari kerja dari rumah mulai memunculkan pertanyaan soal layanan publik. Salah satu yang disorot adalah keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar jutaan penerima manfaat.

        Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hidayana memastikan program tersebut tidak akan terganggu. Ia menegaskan distribusi bantuan tetap berjalan sesuai jadwal meski ada penyesuaian pola kerja ASN.

        "Apapun bentuk penyesuaian pola kerja, layanan MBG harus tetap berjalan. Distribusi kepada penerima manfaat, termasuk peserta didik dan ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita harus tetap sesuai jadwal," kata Dadan dikutip dari ANTARA.

        Menurutnya, operasional di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi akan tetap dijaga agar berjalan optimal. Bahkan, kualitas layanan disebut akan terus ditingkatkan seiring dengan pelaksanaan program tersebut.

        Penyaluran MBG juga tetap disesuaikan dengan kalender sekolah. Artinya, siswa di daerah dengan sistem belajar lima hari akan tetap menerima bantuan selama lima hari dalam sepekan.

        "Jadi, nanti kita sesuaikan dengan kebijakan yang ada dan kita menyesuaikan pola kerja kita dengan kebijakan umum. Selain itu, saya pastikan bahwa Program MBG akan tetap jalan, terutama untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita. Itu mohon diintensifkan," ujarnya.

        Baca Juga: Anggaran MBG Rp10.000 Rawan Dimainkan, BGN Bongkar Dugaan Mark Up SPPG

        Selain menjaga distribusi, BGN juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan efisiensi yang tengah dijalankan pemerintah. Penyesuaian penggunaan fasilitas dinas menjadi bagian dari upaya tersebut.

        Meski demikian, Dadan menegaskan efisiensi tidak boleh berdampak pada kualitas layanan kepada masyarakat. Program MBG tetap menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi kelompok rentan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: