Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pendapatan Gudang Garam (GGRM) Turun, tapi Laba Melesat 58%

        Pendapatan Gudang Garam (GGRM) Turun, tapi Laba Melesat 58% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan peningkatan kinerja laba sepanjang tahun buku 2025, meskipun pendapatan perusahaan justru mengalami penurunan. Kondisi tersebut mencerminkan perbaikan efisiensi dan pengendalian biaya yang dilakukan Perseroan.

        Produsen rokok ini membukukan laba bersih sebesar Rp1,55 triliun, naik 58,69% dibandingkan Rp980,8 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah penurunan pendapatan sebesar 9,41% menjadi Rp89,36 triliun dari Rp98,65 triliun.

        Dari sisi segmen, penjualan masih didominasi oleh Sigaret Kretek Mesin sebesar Rp79,41 triliun, diikuti Sigaret Kretek Tangan Rp7,93 triliun. Selain itu, kontribusi juga datang dari segmen konstruksi Rp820,73 miliar, kertas karton Rp798 miliar, rokok klobot Rp7,71 miliar, serta lainnya Rp395,33 miliar.

        Seiring penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan juga turun signifikan menjadi Rp80,38 triliun dari Rp98,65 triliun. Namun, laba bruto tercatat ikut menurun menjadi Rp8,98 triliun dari Rp9,37 triliun.

        Di sisi lain, pendapatan lainnya meningkat menjadi Rp467,84 miliar dari Rp186,44 miliar. Beban usaha berhasil ditekan menjadi Rp6,62 triliun dari Rp7,69 triliun, sementara beban lainnya turun menjadi Rp4,14 miliar dari Rp4,96 miliar.

        Hasilnya, laba usaha melonjak menjadi Rp2,83 triliun dari Rp1,9 triliun. Beban bunga juga turun signifikan menjadi Rp278,21 miliar dari Rp502,9 miliar, sehingga laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp2,55 triliun dari Rp1,4 triliun.

        Baca Juga: Emiten Rokok HM Sampoerna (HMSP) Raup Penjualan Rp112,17 Triliun di 2025

        Dari sisi neraca, total aset GGRM turun menjadi Rp75,25 triliun dari Rp84,93 triliun. Liabilitas juga menyusut signifikan menjadi Rp12,68 triliun dari Rp23,02 triliun, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp62,57 triliun dari Rp61,91 triliun.

        Kinerja GGRM pada 2025 menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tekanan pada pendapatan, perusahaan mampu meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi biaya dan pengelolaan keuangan yang lebih baik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: