Kredit Foto: Azka Elfriza
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Adi Budiarso menyatakan dinamika global menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan transaksi aset kripto secara bulanan, sekaligus menentukan arah pergerakan pasar ke depan.
Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menunjukkan nilai transaksi kripto di Indonesia sangat dinamis. Pada 2025, nilai transaksi tercatat Rp482,23 triliun, turun 25,9% dibandingkan 2024 yang mencapai Rp650,61 triliun.
Kondisi global yang tidak stabil, termasuk meningkatnya tensi geopolitik, menurut Adi, memicu perubahan ekspektasi investor terhadap aset kripto dan berdampak pada penurunan aktivitas transaksi karena pelaku pasar semakin berhati-hati.
"Ada proses penyesuaian karena penambangan kripto dan juga transaksi itu berafiliasi yang sangat kuat dengan proses produksinya. Kedua, juga dari tadi kita sampaikan aspek global, dari geopolitik dan juga tekanan dari beberapa transaksi dan juga safe haven country yang menimbulkan beberapa ekspektasi dan juga pertimbangan dari para investor aset kripto ini," ujar Adi dalam acara Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026, Selasa (7/4/2026).
Selain faktor geopolitik, Adi menuturkan pasar kripto juga dipengaruhi oleh siklus internal seperti fenomena halving yang terjadi secara periodik sekitar empat tahun sekali.
"Kalian mungkin memandang aset keuangan digital dan aset kripto ini sebagai sebuah aset kelas. Tentunya kita juga perlu belajar bareng-bareng. Tadi ini ada fenomena menarik. Aset kripto itu ada beberapa teori atau beberapa pandangan yang menyampaikan setiap 4 tahun itu ada proses halving," katanya.
Baca Juga: OJK: Transaksi Kripto Turun 16,9%
Baca Juga: Ini Penyebab Transaksi Kripto di Indonesia Melemah
Lebih lanjut, proyeksi pergerakan kripto ke depan tidak bisa dipastikan secara sederhana karena dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kebijakan global dan persepsi pasar.
"Memang apakah ke depannya akan naik atau turun? Ini dengan Bulan Literasi justru kita ingin belajar bareng. Saya ingin encourage kalian untuk mulai belajar. Apakah pada saat The Fed menaikkan suku bunga otomatis kripto akan naik atau turun? Bisa iya bisa tidak," ujarnya.
Ia menekankan, pemahaman yang tajam dan literasi yang baik diperlukan investor untuk mengambil keputusan. Selain itu, keyakinan terhadap kondisi ekonomi global juga menjadi faktor pendorong.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: