Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Adi Budiarso, menyebut dinamika global jadi penyebab turunnya transaksi kripto Republik Indonesia (RI).
Pada Februari 2026, nilai transaksi aset crypto tercatat sebesar Rp24,33 triliun, dan nilai transaksi derivatif AKD tercatat sebesar Rp5,07 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Posisi ini telah menurun dibandingkan posisi Januari 2026, dan ini sejalan dengan penurunan harga jumlah aset kripto utama di global," ujar Adi dalam konferensi pers RDKB OJK Bulanan Maret, Senin (6/4/2026).
Adi menekankan, penurunan ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga perubahan likuiditas pasar.
“Hal ini tentunya tidak lepas dari faktor global ya, siklus pasar di mana sentimen pasar dengan beberapa kejadian khususnya terkait dengan geopolitik,” ungkapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement