Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Usai Gencatan Senjata, Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Sekutu Iran

        Usai Gencatan Senjata, Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Sekutu Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon di Rabu (8/4). Hal tersebut mengancam keberlangsungan gencaran senjata selama dua minggu dari Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.

        Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup konflik di Lebanon. Hal ini berarti operasi militer mereka tetap akan berlanjut terhadap kelompok dari Hezbollah. 

        Baca Juga: PBB Kirim Utusan Menuju Iran, Dorong Upaya Akhiri Konflik dengan Amerika Serikat

        "Amerika Serikat telah memberi tahu kami bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan ini dalam negosiasi mendatang. Gencatan senjata dua minggu tidak termasuk Lebanon," katanya.

        Tel Aviv menyatakan bahwa pihaknya telah menyerang lebih dari seratus target, termasuk pusat komando dan fasilitas militer Hezbollah di Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon Selatan.

        Menurut laporan, sedikitnya lima ledakan besar juga mengguncang wilayah dari dari Beirut. Lebanon melaporkan sedikitnya 254 orang tewas dan lebih dari 1.100 luka-luka. Serangan ini menjadi serangan yang paling mematikan sejak konflik dimulai pada awal Maret.

        Serangan Israel ini mengancam keberlangsungan gencaran senjata dari Iran dan Amerika Serikat. Teheran diketahui ingin gencatan senjata juga turut berlaku untuk Lebanon. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif juga menyebut kesepakatan mencakup penghentian konflik dalam wilayah tersebut.

        “Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa kedua negara, bersama sekutu-sekutunya, telah sepakat untuk gencatan senjata segera di mana pun dalam kawasan, termasuk di Lebanon,” katanya.

        Sharif juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menjadi lokasi perundingan lanjutan antara kedua pihak. Iran dan Amerika Serikat diundang untuk hadir dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026.

        Serangan Israel di Lebanon diketahui telah menewaskan sedikitnya 1.500 orang dan menyebabkan lebih dari 1,2 juta orang mengungsi. Lebanon terseret dalam konflik akibat serangan dari Hezbollah ke Israel. Mereka melakukannya sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran. Hal tersebut kemudian memicu serangan balasan Israel.

        Baca Juga: Australia Kritik Retorika Trump ke Iran: Tidak Pantas Diucapkan Presiden Amerika Serikat

        Manuver Tel Aviv kini menimbulkan keraguan besar terhadap efektivitas gencatan senjata regional. Dengan konflik yang masih berlangsung, upaya deeskalasi menghadapi tantangan serius dan berpotensi kembali memanas dan menyebabkan ketidakpastian di Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: