Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Tidak Terima Dikecam Akibat Serang Paus Leo, Kini Musuhi Sekutunya di Eropa

        Trump Tidak Terima Dikecam Akibat Serang Paus Leo, Kini Musuhi Sekutunya di Eropa Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Hubungan Amerika Serikat dan Italia memanas menyusul kontroversi terkait kecaman terhadap Pope Leo XIV. Hal ini membuat renggang hubungan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri ItaliaGiorgia Meloni.

        Trump baru-baru ini melontarkan kritik tajam terhadap Meloni. Ia mengaku kaget dengan kecaman terhadapnya dari sang politikus karena telah berani mengkritik sosok Paus Leo. Menurutnya, Meloni tidak memiliki keberanian dan telah mengecewakan Washington.

        Baca Juga: Bela Paus Leo, Presiden Iran Kecam Trump: Dia Sudah Menistakan Agama

        "Saya terkejut dengan kecamannya. Saya pikir dia punya keberanian. Ternyata saya salah," katanya.

        Trump kini menuding sang perdana menteri tidak mendukung upayanya untuk membuka kembali Selat Hormuz. Menurutnya, Italia hanya mengandalkannya untuk menjaga jalur tersebut tetap terbuka.

        "Mereka membayar biaya energi tertinggi di dunia dan bahkan tidak siap untuk memperjuangkan Selat Hormuz. Mereka bergantung pada kami untuk menjaganya tetap terbuka," kata Trump.

        Trump juga menuduh negara tersebut tidak serius menghadapi ancaman nuklir dari Iran. Sikap Italia menurutnya berisiko tinggi terhadap keamanan dari Eropa. Sikap itu menurutnya tidak bisa diterima.

        "Dialah yang tidak dapat diterima, karena dia tidak peduli apakah mereka memiliki senjata nuklir dan akan meledakkan negaranya dalam dua menit jika memiliki kesempatan," kata Trump.

        Kritik ini menandai perubahan drastis sikap dari Trump. Ia sebelumnya memuji sang perdana menteri sebagai “pemimpin hebat” hanya sebulan lalu. Meloni juga merupakan satu-satunya pemimpin kawasan euro yang menghadiri pelantikan dari Trump di 2025.

        Sebelumnya, Meloni menyebut komentar sang presiden sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima. Menurutnya, wajar jika seorang tokoh religius menentang perang, termasuk perang dari Iran dan Amerika Serikat.

        “Paus adalah pemimpin Gereja Katolik. Wajar jika ia menyerukan perdamaian serta mengutuk segala bentuk perang,” ujar Meloni.

        Diketahui, Paus Leo XIV dalam beberapa waktu terakhir memang dikenal vokal menentang perang, termasuk konflik dari Iran, Israel dan Amerika Serikat. Hal ini membuatnya mendapatkan kecaman dari Trump.

        Trump menyebut sang paus sebagai sosok yang lemah dan tidak memiliki kemampun untuk berpolitik dalam ranah internasional. Ia juga menyatakan secara terbuka bahwa dirinya bukan penggemar Paus Leo XIV.

        "Paus Leo lemah dan buruk dalam kebijakan luar negeri. Saya tidak menginginkan seorang paus yang mengkritik presiden karena saya melakukan persis apa yang menjadi tujuan saya dipilih di Amerika Serikat," ungkap Trump.

        Namun alih-alih marah, sang paus memberikan balasan yang menohok. Pope Leo menegaskan bahwa dirinya akan terus menyuarakan penolakan terhadap perang, meski mendapat serangan langsung dari Trump. Ia menekankan bahwa misinya adalah mendorong perdamaian dan dialog global, bukan terlibat dalam perdebatan politik.

        Baca Juga: Ogah Minta Maaf, Trump Kembali Serang Paus Leo XIV: Dia Salah!

        "Saya tidak ingin berdebat dengannya. Pesan Injil tidak dimaksudkan untuk disalahgunakan seperti yang dilakukan beberapa orang," kata Leo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: