Kredit Foto: Istimewa
Di tengah konflik yang masih berkecamuk di kawasan Timur Tengah, sebuah langkah diplomasi penting akan segera terlaksana. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengonfirmasi bahwa dialog langsung antara perwakilan Israel dan Lebanon akan diselenggarakan pada Kamis (16/4).
Melalui platform media sosial Truth Social miliknya, Trump pada hari Rabu (15/4) menyampaikan optimismenya terkait upaya perdamaian tersebut.
"Berupaya menciptakan sedikit ruang untuk bernapas antara Israel dan Lebanon. Sudah lama sejak kedua pemimpin melakukan pembicaraan, sekitar 34 tahun. Hal itu akan terjadi besok," tulis Trump dalam unggahannya.
Konfirmasi ini menyusul pertemuan awal yang telah dilakukan oleh delegasi Israel dan Lebanon di Washington pada Selasa (14/4) lalu. Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan resminya mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, masing-masing negara membawa tuntutan utamanya.
Pihak Israel menyatakan bersikeras menuntut adanya pelucutan senjata terhadap kelompok Hizbullah. Di sisi lain, delegasi Lebanon mendesak segera diberlakukannya gencatan senjata, disertai dengan langkah-langkah konkret untuk menanggulangi krisis kemanusiaan yang kian parah akibat perang antara AS-Israel dengan Iran yang berimbas ke wilayah mereka.
Meski masih terdapat perbedaan fokus tuntutan, Departemen Luar Negeri AS memastikan bahwa semua pihak telah menyepakati satu komitmen dasar: memulai negosiasi langsung pada waktu dan tempat yang disetujui bersama.
Pernyataan tersebut juga menggarisbawahi urgensi pertemuan hari ini, mengingat ini akan menjadi interaksi tingkat tinggi pertama yang secara formal mempertemukan Israel dan Lebanon sejak tahun 1993.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: