Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Siap Hadiri Langsung Negosiasi Amerika Serikat-Iran di Islamabad

        Trump Siap Hadiri Langsung Negosiasi Amerika Serikat-Iran di Islamabad Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat kembali buka suara terkait dengan kelanjutan negosiasinya dengan Iran. Negosiasi tersebut menjadi penentu arah konflik kedua negara yang sudah berlangsung lebih dari satu bulan lamanya di Timur Tengah.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang akan segera tercapai. Iran menurutnya telah menyetujui hampir seluruh poin dalam perundingan yang sedang berlangsung.

        Baca Juga: Trump: Paus Leo Harus Paham, Iran Tak Boleh Punya Nuklir

        "Jika kesepakatan ditandatangani, saya mungkin akan datang ke Islamabad. Mereka menginginkan saya," kata Trump.

        Trump juga menyebut dirinya dapat memperpanjang gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Gencatan senjata itu diketahui akan berakhir pekan depan. Namun, ia mengisyaratkan bahwa langkah tersebut mungkin tidak diperlukan jika kesepakatan tercapai tepat waktu.

        Ia menyampaikan nada optimistis terhadap proses negosiasi yang tengah berjalan. Trump mengklaim bahwa negara terkait telah menyetujui untuk menyerahkan uranium yang diperkaya di Teheran.

        Diketahui, Trump terus mendorong kesepakatan yang mengharuskan program nuklir dihentikan oleh Iran. Hal itu menjadi syarat utama perdamaian dan menjadi inti perundingan antara kedua negara yang telah berlangsung intensif dalam beberapa waktu terakhir.

        Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth menyampaikan peringatan keras kepada Iran. Ia mengatakan bahwa pihakny siap memberikan tekanan lebih lanjut jika mereka tidak menerima proposal damai yang diberikan oleh Amerika Serikat.

        "Iran dapat memilih masa depan yang makmur, jembatan emas, dan kami berharap mereka melakukannya untuk rakyatnya. Tetapi jika mereka memilih dengan buruk, maka mereka akan menghadapi blokade dan bom yang dijatuhkan pada infrastruktur, listrik dan energi," kata Hegseth.

        Angkatan Laut Amerika Serikat saat ini tengah melakukan operasi blokade di Selat Hormuz. Pihaknya mengejar setiap kapal yang berupaya berlajar menuju atau pun keluar pelabuhan dari Iran.

        Menurut pejabat militer, setidaknya sudah ada 13 kapal telah memilih berbalik arah. Laporan juga menyebut belum ada kapal yang diperiksa atau disita sejauh ini berkat operasi blokade di Selat Hormuz.

        Blokade ini sendiri muncul menyusul gagalnya negosiasi damai dari Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan. Menurut Washington, Teheran menolak sejumlah tuntutan utama antara lain menghentikan seluruh pengayaan uranium, membongkar fasilitas nuklir utama dan menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya.

        Amerika Serikat diketahui juga meminta mereka untuk menghentikan dukungan terhadap kelompok seperti Hamas, Hezbollah dan Houthi. Ia juga menuntut adanya pembukaan penuh akses dari Selat Hormuz.

        Iran di sisi lain melaporkan tuntutan yang berlebihan dari Amerika Serikat. Hal tersebut menjadi penghambat utama tercapainya kesepakatan. Neberapa isu sebenarnya telah mencapai titik temu, namun dua hal utama masih menjadi ganjalan yakni program nuklir hingga kontrol dan akses dari Selat Hormuz.

        Baca Juga: Tak Hanya Blokade Selat Hormuz, Amerika Serikat Ancam Sanksi Pembeli Minyak Iran

        Teheran mengatakan bahwa pihaknya meragukan komitmen damai dari Amerika Serikat. Pihaknya telah menawarkan berbagai inisiatif “berpandangan ke depan”, namun hal tersebut malah direspons dengan agenda berbeda yang menghambat kesepakatan dari Washington.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: