Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Buka Jalur Minyak Baru, 15 Sumur MSF di WK Rokan Siap Onstream Tahun Ini

        Buka Jalur Minyak Baru, 15 Sumur MSF di WK Rokan Siap Onstream Tahun Ini Kredit Foto: SKK Migas
        Warta Ekonomi, Riau -

        Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengakselerasi peningkatan produksi migas nasional, melalui optimalisasi teknologi Multi Stage Fracturing (MSF) di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau.

        Sebanyak 15 sumur MSF ditargetkan dapat dieksekusi sepanjang tahun 2026, untuk menggarap potensi lapangan dengan kualitas reservoir rendah (low quality reservoir).

        Langkah strategis ini ditandai dengan kunjungan kerja Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus, ke proyek sumur MSF BLSE-050 di lapangan Balam South East yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Selasa (21/4/2026).

        Program ini merupakan bagian dari inisiatif Triple 100 (100 sumur eksplorasi, 100 multi-stage/multi-layer fracturing, dan 100 tambahan sumur pengembangan).

        Rikky menegaskan, penerapan teknologi MSF sangat penting untuk membuka potensi cadangan yang besar di lapangan-lapangan tua.

        “Program MSF ini merupakan salah satu upaya nyata untuk meningkatkan produksi dari lapangan-lapangan low quality reservoir."

        "Melalui teknologi ini, kita dapat membuka jalur aliran minyak yang sebelumnya sulit diproduksikan, sehingga potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal,” ujar Rikky dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

        Ia menambahkan, keberhasilan program ini memerlukan sinergi kuat antara SKK Migas, KKKS, dan penyedia jasa.

        SKK Migas berkomitmen memastikan dukungan peralatan hingga percepatan pembebasan lahan, agar target 15 sumur tersebut tercapai tepat waktu.

        “Kami terus mendorong percepatan pelaksanaan program ini dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, efisiensi biaya, dan keandalan operasi."

        "Kami juga memastikan dukungan peralatan, percepatan pembebasan lahan, serta penguatan kapasitas operasional, agar target 15 sumur MSF di tahun 2026 dapat tercapai dan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional,” tuturnya.

        General Manager PHR Zona Rokan Andre Wijanarko merinci, 15 sumur tersebut tersebar di tiga lapangan utama, yakni Balam South East, Bangko, dan Kotabatak, dengan masing-masing lapangan mendapat alokasi lima sumur.

        Teknologi fracturing digunakan untuk merekah batuan dengan tekanan tinggi, agar minyak dapat mengalir ke sumur horizontal secara optimal.

        Andre menyebut sumur MSF sebagai proyek high profile, karena potensi produksinya yang tinggi, meski memiliki tantangan operasional dan biaya yang besar.

        Saat ini, progres pengerjaan di lapangan terus berjalan.

        "Hingga saat ini, dua sumur pertama tahun ini telah menyelesaikan fracturing stage 1 dan tengah bersiap memasuki stage berikutnya, yang direncanakan hingga 8 stages, dan onstream diharapkan di akhir Mei."

        "Selain itu, terdapat dua sumur yang masih dalam proses pengeboran serta empat sumur yang telah siap untuk dibor," papar Andre.

        Senada, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut CW Wicaksono memastikan pihaknya akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap operasional PHR, agar target ketahanan energi nasional dapat terpenuhi.

        Baca Juga: SKK Migas: Pabrik LPG 200 Ton per Hari Beroperasi April Ini

        "SKK Migas akan mengawal pelaksanaan proyek strategis hulu migas agar berjalan optimal, sekaligus mendukung pencapaian target produksi nasional, ketahanan energi, dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ucap Wicaksono.

        Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh jajaran manajemen SKK Migas pusat dan Sumbagut serta manajemen PHR Zona Rokanm guna memastikan kesiapan teknis di lapangan. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: