Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        1,3 GW PLTS Atap Sudah Terpasang, Indonesia Makin Optimis Menuju 100 GW Tenaga Surya

        1,3 GW PLTS Atap Sudah Terpasang, Indonesia Makin Optimis Menuju 100 GW Tenaga Surya Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesia menandai tonggak penting transisi energi nasional melalui peluncuran 1,3 GW PLTS Atap pada hari Selasa, 21 April 2026. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI).

        Momentum tersebut juga menandai capaian kapasitas terpasang PLTS Atap Indonesia sebesar 1,3 GW. Hasil ini menjadi fondasi awal menuju visi pengembangan 100 GW energi surya nasional dalam beberapa tahun ke depan.

        Inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian Road to IndoSolar 2026, platform kolaborasi nasional yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, dan mitra internasional untuk mempercepat pengembangan energi surya di Indonesia.

        Inisiatif peluncuran 1,3 GW PLTS Atap ini sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, antara lain:

        • Mendukung implementasi RUPTL PLN 2025-2034 dan peningkatan bauran energi baru terbarukan;
        • Mendukung visi perluasan akses energi bersih dan pengembangan 100 GW tenaga surya dan penyimpanan energi melalui inisiatif nasional berbasis desa dan koperasi;
        • Memperkuat daya saing industri nasional melalui energi yang lebih efisien dan rendah emisi;
        • Menyiapkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi masa depan, termasuk pengembangan green industry dan green data center;
        • Memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama transisi energi di kawasan ASEAN.

        Dengan potensi sumber daya energi surya yang melimpah, PLTS Atap menjadi salah satu solusi paling strategis karena dapat diterapkan secara cepat, modular, terdistribusi, dan menjangkau berbagai segmen pengguna, mulai dari rumah tangga, bangunan komersial, UMKM, fasilitas publik, hingga industri skala besar.

        Dalam lima tahun terakhir, kapasitas PLTS Atap nasional telah tumbuh hampir 10 kali lipat dalam kurun waktu singkat, dari sekitar 146 MW pada 2024 menjadi 1,3 GW pada 2026. Capaian ini merupakan awal, dari potensi Indonesia yang sangat besar, mencapai 165,9 GW untuk PLTS darat dan 38,13 GW untuk PLTS Terapung (Kajian IESR, 2025).

        Selain itu, akselerasi capaian kapasitas PLTS Atap juga menunjukkan adanya peran penting dukungan regulasi Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2024 dalam memperkuat potensi ekosistem energi surya nasional.

        Melalui pendekatan energi yang terdesentralisasi, pengembangan PLTS Atap juga berkontribusi pada:

        • Peningkatan ketahanan energi nasional
        • Pengurangan emisi karbon
        • Penciptaan ribuan lapangan kerja hijau
        • Penguatan industri manufaktur dan rantai pasok lokal
        • Partisipasi aktif masyarakat dalam transisi energi Indonesia

        Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari, menyampaikan, “Capaian ini menunjukkan bahwa energi surya bukan lagi potensi, tetapi sudah menjadi kebutuhan strategis nasional. Dengan dukungan ekosistem industri yang semakin matang, AESI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat implementasi PLTS dan mewujudkan target transisi energi Indonesia.”

        Saat ini AESI memiliki sekitar 135 anggota yang mewakili berbagai elemen ekosistem energi surya, mulai dari manufaktur, pengembang proyek, penyedia teknologi, lembaga keuangan, hingga lembaga sertifikasi. Kehadiran ekosistem yang semakin lengkap menjadi modal penting dalam mempercepat skala pengembangan industri surya nasional.

        Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa target pengembangan PLTS nasional akan mencapai 80 hingga 100 GW. Target ambisius ini diharapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas energi, tetapi juga pada penciptaan permintaan (demand creation) yang dapat menggerakkan industri energi surya di dalam negeri.

        "Realisasi program PLTS tidak hanya mendukung bauran energi bersih, tetapi juga membuka potensi penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar. Target ini bukan sekadar angka, tetapi peluang ekonomi. Kami menghitung setidaknya ada 760 ribu pekerjaan baru yang bisa tercipta dari program PLTS ini. Ke depan, pemerintah ingin memperluas penggunaan fotovoltaik tidak hanya di atap bangunan (rooftop), tetapi juga di area ground mounted terutama di sekitar koperasi desa, fasilitas kesehatan seperti puskesmas serta akselerasi kendaraan listrik,” ujarnya.

        Adi Priyanto, Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), menambahkan bahwa capaian 1,3 GW ini menjadi langkah penting dalam mendorong pemanfaatan energi surya di Indonesia.

        "PLN terus berkomitmen untuk mendukung arah kebijakan nasional, termasuk menjadikan PLTS sebagai bagian utama dalam transisi menuju energi yang lebih bersih. Ke depan, kolaborasi dalam pengembangan PLTS Atap diharapkan semakin luas dan dapat mempercepat pemanfaatan energi surya di berbagai sektor. Untuk memudahkan masyarakat, PLN juga menghadirkan fitur perizinan PLTS Atap melalui aplikasi PLN Mobile yang semakin user-friendly," ujarnya.

        Sebagai bagian dari rangkaian acara peluncuran, AESI juga menyelenggarakan "Mini Conference - National Solar Transition Forum 2026" pada 21-22 April 2026. Forum ini menghadirkan pembelajaran dari praktik regional seperti India, Pakistan, dan Thailand, sekaligus membuka ruang dialog strategis mengenai kebijakan, investasi, kesiapan infrastruktur, serta kesiapan penguatan pasar energi surya di Indonesia.

        Baca Juga: Kementerian ESDM Petakan Bendungan Guna Tambah Kapasitas PLTS 15 Gigawatt

        Pada hari kedua, forum dilanjutkan dengan empat panel nasional yang membahas agenda kerja AESI, yaitu:

        • 100 GW Solar Vision
        • Independent Power Producer (IPP)
        • Rooftop Solar
        • Green Workforce

        Ke depan, inisiatif 1,3 GW PLTS Atap diharapkan menjadi katalis bagi pengembangan energi surya dalam skala lebih besar. Dengan kolaborasi yang konsisten antara pemerintah, PLN, dunia usaha, dan masyarakat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadikan energi surya sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi hijau nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: