Health Talk Bogor Kenalkan Protokol 5R untuk Putus Siklus GERD dan Anxiety
Kredit Foto: Istimewa
Gangguan pencernaan seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) dinilai bukan sekadar persoalan fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan mental. Kondisi ini kerap membentuk “lingkaran setan” antara gangguan lambung dan kecemasan yang saling memperburuk.
Menjawab tantangan tersebut, gelaran Health Talk bertajuk “Memutus Lingkaran Setan GERD dan Anxiety” yang digelar di The Mirah Hotel Bogor pada 18 April 2026 memperkenalkan Protokol 5R, sebuah pendekatan komprehensif untuk membantu memulihkan fungsi lambung tanpa bergantung sepenuhnya pada obat kimia.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Ratri Saumi, Sp.GK., menjelaskan bahwa penanganan GERD tidak cukup hanya dengan menekan produksi asam lambung, tetapi perlu menyasar pemulihan sistem pencernaan secara menyeluruh.
Menurutnya, Protokol 5R terdiri dari lima tahapan utama, yakni remove untuk menghilangkan pemicu iritasi dari makanan maupun stres, replace dengan mengganti enzim atau zat esensial yang dibutuhkan tubuh, reinoculate melalui pemberian probiotik guna menyeimbangkan mikrobioma usus, repair untuk memperbaiki lapisan mukosa lambung yang rusak, serta rebalance guna menata kembali pola hidup dan manajemen stres agar keseimbangan gut-brain axis tetap terjaga.
Dalam sesi tersebut, Dera Nur Tresna, M.Kes., Brand Owner Nutriged sekaligus caregiver, membagikan pengalamannya saat mendampingi sang suami yang mengalami serangan panik akibat asam lambung pada 2019. Pengalaman itu menjadi titik balik baginya dalam memahami keterkaitan antara kondisi lambung, psikologis, dan pola makan.
“Makanan sehat yang tidak enak adalah bumerang. Ia memicu stres tambahan dan menurunkan nafsu makan," ujar Dera.
Menurut Dera, pengalaman tersebut melatarbelakangi lahirnya Nutriged, produk sereal multigrain yang dirancang sebagai comfort food untuk mendukung tahap repair dan replace dalam Protokol 5R.
Dari sisi psikologis, Psikolog Klinis Mutia Qoriana, M.Psi., menjelaskan bahwa iritasi lambung dapat mengirimkan sinyal bahaya ke otak dan memicu peningkatan hormon kortisol yang berkaitan dengan stres.
"Ketakutan akan kematian (Thanatophobia) sering muncul akibat sensasi sesak dada saat GERD kambuh. Ini adalah bentuk psikosomatis yang harus diputus dengan manajemen stres dan nutrisi yang tepat," jelasnya.
Sementara itu, Nutraceutical Researcher Ramdani Husnul Huluq menjelaskan pendekatan berbeda yang digunakan dalam merancang Nutriged. Ia menyebut pengembangan rasa dilakukan dengan mempertimbangkan aspek psikologis pasien, termasuk rasa nyaman saat mengonsumsi makanan sehat.
Baca Juga: Jawab Kebutuhan Gaya Hidup Sehat, Crystalin Rilis Galon Sekali Pakai 15 Liter dengan pH 8,8+
"Kami melibatkan anak usia 3 tahun sebagai panelis rasa. Jika anak kecil suka, maka orang dewasa yang sedang sakit pun akan merasa bahagia saat memakannya," ungkap Ramdani.
Ia menegaskan bahwa pemulihan dari GERD dan gangguan kecemasan bukan hal yang mustahil jika ditangani secara menyeluruh. Melalui kombinasi Protokol 5R, dukungan nutrisi yang nyaman dikonsumsi, serta pengelolaan kesehatan mental, penyintas GERD dinilai memiliki peluang lebih besar untuk pulih dan kembali menjalani aktivitas tanpa rasa takut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: