Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lawan 'Armada Bayangan' Rusia, Uni Eropa Sanksi Terminal Minyak di Indonesia

        Lawan 'Armada Bayangan' Rusia, Uni Eropa Sanksi Terminal Minyak di Indonesia Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Komisi Eropa resmi mengumumkan adopsi paket sanksi ke-20 terhadap Rusia, yang menandai peningkatan signifikan dalam upaya anti-penghindaran (anti-circumvention). Untuk pertama kalinya, UE mengaktifkan instrumen khusus yang menyasar infrastruktur di negara ketiga, termasuk Terminal Minyak Karimun di Indonesia, karena keterkaitannya dengan jaringan "armada bayangan" (shadow fleet) Rusia.

        Paket sanksi terbaru ini berfokus pada upaya memperlemah kapasitas energi dan keuangan Rusia. Selain menyasar terminal di Indonesia, UE juga memasukkan pelabuhan Murmansk dan Tuapse di Rusia ke dalam daftar sanksi karena peran mereka dalam memfasilitasi penghindaran batas harga minyak (price cap).

        Perwakilan Tinggi UE untuk Urusan Luar Negeri, Kaja Kallas, menegaskan komitmen Uni Eropa untuk terus menekan Rusia agar terlibat dalam perundingan dengan syarat yang dapat diterima Ukraina.

        “Ekonomi perang Rusia semakin berada di bawah tekanan, sementara Ukraina mendapatkan dorongan besar. Kita harus terus mempertahankan tekanan ini hingga Putin memahami bahwa perang yang dilakukannya tidak akan membawa hasil,” ujar Kallas dikutip dari siaran rilis resmi, Senin (27/4/2026).

        Dalam sektor energi, UE menambah 46 kapal ke dalam daftar sanksi, sehingga total 632 kapal dalam jaringan shadow fleet Rusia kini dikenai larangan akses pelabuhan dan layanan maritim. UE juga memperkenalkan langkah pengamanan baru untuk penjualan tanker guna mencegah penggunaan kapal-kapal tersebut oleh Rusia di masa depan.

        Komisioner Layanan Keuangan UE, Maria Luís Albuquerque, menyatakan bahwa paket komprehensif ini bertujuan untuk memotong jalur pendanaan agresi ilegal Rusia.

        Baca Juga: Belum Pasti Pertamina, Wamen ESDM Timbang BLU untuk Impor Minyak Rusia

        Baca Juga: Pasokan Minyak Global Masih Terganggu Meski Selat Hormuz Dibuka, Rusia: Butuh Waktu Berbulan-bulan

        “Untuk pertama kalinya, kami mengaktifkan instrumen anti-penghindaran untuk memblokir ekspor barang-barang penting Uni Eropa ke negara ketiga yang digunakan untuk melemahkan langkah-langkah kami. Dampak kumulatifnya melemahkan mesin perang Rusia, sementara tekad Eropa tetap teguh,” tegas Albuquerque.

        Selain sektor energi, sanksi ke-20 ini memperluas pembatasan terhadap 20 bank Rusia tambahan dan memberlakukan larangan total terhadap penyedia layanan aset kripto Rusia serta penggunaan rubel digital. Di bidang perdagangan, UE melarang ekspor teknologi sensitif dan impor logam serta mineral senilai ratusan juta euro untuk semakin mengisolasi ekonomi Rusia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Fajar Sulaiman

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: