Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Serikat Klaim Sudah Hancurkan Kekuatan Militer Iran, Trump: 80% Fasilitas Rudal Lumpuh

        Amerika Serikat Klaim Sudah Hancurkan Kekuatan Militer Iran, Trump: 80% Fasilitas Rudal Lumpuh Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat mengklaim bahwa pihaknya telah melumpuhkan sebagian besar kekuatan militer dari Iran. Hal ini menyusul beragam tekanan yang dilakukan pihaknya ke Teheran.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim militernya telah melumpuhkan sebagian besar kemampuan pertahanan dari Teheran. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menghancurkan angkatan laut, angkatan udara, serta sistem pertahanan udara dan radar dari Iran.

        Baca Juga: Ghalibaf: Amerika Serikat Ingin Pecah-belah Iran

        “Mereka hampir tidak punya apa-apa lagi. Mereka hanya memiliki beberapa rudal, dalam jumlah kecil,” ujarnya.

        Trump juga mengklaim sekitar 80% fasilitas produksi rudal negara tersebut juga telah dihancurkan. Meski demikian, Ia mengakui bahwa musuhnya masih memiliki sebagian kecil kemampuan militer, terutama rudal.

        Adapun Trump kembali menegaskan posisi tegasnya terkait program nuklir dari Iran. Menurutnya, negara tersebut harus dilarang alias tidak boleh memiliki senjata nuklir.

        “Mereka tahu itu, dan hampir semua orang juga tahu, mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” katanya.

        Sebelumnya, Juru Bicara Militer Iran, Mohammad Akraminia, menegaskan bahwa negaranya tidak akan lengah dengan menganggap konflik telah selesai dengan Amerika Serikat. Pihaknya terus mengembangkan kemampuan militernya demi menghadapi agresi dari Washington.

        "Kami tidak menganggap perang telah berakhir. Sejak pertempuran berhenti dan gencatan senjata terjadi, tidak ada kepercayaan terhadap mereka dan musuh-musuh kami," ujar Akraminia.

        Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan kesiapsiagaan militer seperti saat konflik berlangsung dengan mewaspadai setiap manuver yang dilakukan oleh sekutu dan Amerika Serikat.

        "Kami terus bertindak seperti saat perang; melakukan upaya serius untuk memperbarui daftar target," katanya.

        Iran juga melanjutkan latihan militer dan memanfaatkan pengalaman selama konflik untuk meningkatkan kemampuan tempur. Pihaknya mengatakan bahwa pengalaman tersebut digunakan untuk menangkis setiap serangan dari Amerika Serikat.

        "Kami terus melakukan pelatihan, menggunakan pengalaman perang, serta memproduksi dan memperbarui peralatan kami," lanjutnya.

        Akraminia menegaskan bahwa kondisi saat ini masih dipandang sebagai situasi perang oleh Iran. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara masih tinggi meski pertempuran telah dihentikan sementara.

        Baca Juga: Amerika Serikat Dinilai Tak Punya Strategi Jelas dalam Perang Iran

        "Bagi kami, situasinya masih merupakan situasi masa perang," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: