Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Mulai Cicil Biaya Pembangunan Kopdes Merah Putih pada September 2026

        Pemerintah Mulai Cicil Biaya Pembangunan Kopdes Merah Putih pada September 2026 Kredit Foto: Simkopdes.go.id
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Keuangan akan memulai pembayaran cicilan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih pada September mendatang. Kebijakan ini sejalan dengan progres pembangunan fisik yang terus berjalan di berbagai wilayah Indonesia.

        Saat ini tercatat sebanyak 4.000 unit Kopdeskel Merah Putih telah selesai dibangun 100 persen. Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 30.000 unit pada tahap pertama melalui skema yang telah ditetapkan.

        "Perkiraan kita mungkin bulan September sudah mulai akan mencicil dan kita sudah siapkan pagunya," ujar Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Askolani di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Hasil pembangunan fisik tersebut nantinya akan ditinjau terlebih dahulu oleh BPKP guna menjaga akuntabilitas.

        Pembayaran cicilan ini direncanakan berlangsung selama enam tahun ke depan menggunakan alokasi Dana Desa. Skema jangka menengah ini diambil agar beban pembiayaan tidak mengganggu stabilitas keuangan desa secara drastis.

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah mengubah skema pendanaan melalui PMK Nomor 15 Tahun 2026. Aturan tersebut memungkinkan pembayaran cicilan dilakukan melalui alokasi transfer ke daerah dalam APBN.

        Baca Juga: Menkeu Jelaskan Sumber Gaji Pegawai Kopdes Merah Putih dari Sisa Anggaran

        Limit pembiayaan oleh perbankan ditetapkan maksimal sebesar Rp3 miliar untuk setiap unit gerai koperasi. Fasilitas kredit perbankan ini memiliki tingkat suku bunga tetap sebesar 6 persen per tahun dengan masa tenor 72 bulan.

        Pemerintah optimistis keberadaan Kopdeskel Merah Putih akan menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian di tingkat akar rumput. Program ini diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi bagi puluhan ribu desa yang menjadi sasaran pembangunan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: